Harian Berantas

Harian Berantas - Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    terkini

    Kabid Humas Polda Jabar: Polisi Melihat Ada Kejanggalan Saat Ungkap Kasus Gantung Diri Anak dibawah Umur

    HARIAN BERANTAS
    24/05/2022, 21:27 WIB Last Updated 2022-05-25T01:39:57Z
    Konferensi Pers terkait kasus kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia di bawah jembatan tol, Senin (23/5/2022) di Depan Mako Polres Karawang Polda Jabar 

     

    Penulis : Lia Aprilia

     

    HARIAN BERANTAS, KARAWANG - Terungkap sudah misteri dari peristiwa gantung diri di bawah jembatan tol belakang PT. TMMIN Dsn. Pejaten Rt 03/02 Ds. Sirnabaya Kec. Telukjambe timur, hal tersebut diungkapkan Kapolres Karawang Polda Jabar AKBP Aldi Subartono dalam Konferensi Pers terkait kasus kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia di bawah jembatan tol, Senin (23/5/2022) di Depan Mako Polres Karawang Polda Jabar

     

    Dalam Konferensi Pers tersebut Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Arief Bustomi, Paur Humas Ipda Richi dan Komnas PA Pusat Bapak Bimasena. Komnas PA Jabar Ibu Diah

    Bapak Wawan, Ibu Putri dan Komnas PA Karawang Bapak  Dian.

     

    Ditempat terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si memberikan apresiasi kepada Kapolres Karawang Polda Jabar yang jeli melihat  kejanggalan atas kasus tersebut, sehingga diketahui adanya rekayasa dari pelaku.

     

    Dibeberkan Kapolres, berawal dari Petugas yang mendapat adanya informasi bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri di bawah jembatan tol belakang PT. TMMIN Dsn. Pejaten Rt 03/02 Ds. Sirnabaya Kec. Telukjambe timur Kab. Karawang, selanjutnya petugas melakukan olah TKP, dan mayat korban langsung dibawa pulang oleh keluarga.


    Baca Juga : Di Tengah Kondisi Covid, Penyakit Masyarakat Masih Marak Di Bandung


    "Korban diketahui bernama Supriatna Jenis kelamin  Laki-laki, Umur 14 tahun, Pekerjaan Tidak bekerja, Alamat Dsn. Pejaten Rt 03/02 Ds. Sirnabaya Kec. Telukjambe timur Kab. Karawang, ditemukan gantung diri di bawah jembatan tol belakang PT. TMMIN Dsn. Pejaten Rt 03/02 Ds. Sirnabaya Kec. Telukjambe timur, awalnya ketika ditemukan menduga memang korban gantung diri namun karena adanya kejanggalan dijasad korban dilakukan penyelidikan lebih lanjut." ungkap Kapolres.

     

    "Alhamdulillah Polres Karawang Polda Jabar  setelah melakukan otopsi terhadap korban dan melakukan penyidikan kasus tersebut dapat terungkap . yang mana pelaku (TR) yang merupakan kerabat korban berusaha menutupi kejahatannya dengan merekayasa kasus tersebut dengan cara menggantung korban di sela sela panel bawah jembatan tol di daerah teluk jambe timur,agar seolah-olah korban mati disebabkan bunuh diri." ujar kapolres.

     

    Adalah TR (Kakak Ipar Korban), warga Dsn. Pejaten Rt 03/02 Ds. Sirnabaya Kec. Telukjambe timur Kab. Karawang, dalang dari tewasnya Supriatna, dimana pelaku merupakan kakak ipar korban, saat diintrogasi pelaku merasa kesal kemudian menganiaya korban yang masih  dibawah umur.

     

    "Pelaku merasa kesal, kemudian pelaku langsung memukul wajah korban sekitar 3 - 4 kali dengan menggunakan tangan kanan, lalu korban terjatuh, kemudian pelaku membenturkan kepala korban ke lantai, setelah itu  pelaku mengecek korban yang  sudah tidak bernafas.

     

    "Atas kejadian tersebut  pelaku panik dan merekayasa kejadian itu dengan mengambil tali dan batang ranting serta di ikat kan ke leher korban serta di kaitkan ke sela-sela panel jembatan atas dengan tujuan membuat korban

    terlihat seperti meninggal gantung diri." Ungkap Kapolres.

     

    Setelah dilakukan pemburuan kemudian Pelaku ditangkap di tempat kediamannya tanpa perlawanan, dengan barang bukti berupa Pakaian, tali dan potongan kayu kecil.

     

    "Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara, dimana pelaku melanggar Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagai mana di rubah dan di tambah dengan UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Ke 2 atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara." tegas Kapolres.


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kabid Humas Polda Jabar: Polisi Melihat Ada Kejanggalan Saat Ungkap Kasus Gantung Diri Anak dibawah Umur

    Terkini

    Iklan

    Close x