Harian Berantas

Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    terkini

    Iklan

    Dari Tapin, Cabai Hiyung Mendunia

    HARIAN BERANTAS
    24/04/2022, 19:27 WIB Last Updated 2022-04-24T12:31:43Z
    Cabai Hiyung (Dok : Direktur Jenderal Hortikultura Kementan)

     

    HARIAN BERANTAS, TAPIN - Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengunjungi Rumah Produksi Cabai Rawit Hiyung, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karya Baru di Kecamatan Tapin Tengah. Cabai Hiyung (Capsicum Frutescens L.) adalah salah satu jenis cabai rawit terpedas di dunia yang hanya bisa tumbuh subur dan sempurna dengan cita rasa pedas optimal mencapai 94.500 ppm atau setara dengan 17 kali lipat dari rasa pedas cabai rawit biasa di Desa Hiyung.

     

    "Saya lihat ini bagus sekali. Ini salah satu contoh penumbuhan UMKM sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di mana kita harus menumbuhkan usaha mikro kecil dan menengah. Pada 2021, kami sudah menargetkan 200 UMKM hortikultura dan 2022 kami menargetkan UMKM menjadi 220 UMKM ," ujar Prihasto, Sabtu (23/4).

     

    mengharapkan hilirisasi produk hortikultura ini memiliki nilai tambah.

     

    “Kalau dijual segar hanya cabainya saja biasanya harganya Rp 25.000/kg. Jika kondisi seperti saat ini, yaitu pada saat harga sedang anjlok kita bisa membuat beragam produk turunan olahan. Upaya ini dapat meningkatkan ekonomi para petani dan masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.

     

    Cabai hiyung telah terdaftar resmi sebagai tanaman lokal khas Tapin dengan nomor pendaftaran 09/PLV/2012 April 2012. Pendaftaran ini memberikan tanggung jawab kepada Pemerintah Kabupaten Tapin atas pengembangan dan budidaya agar tetap terjaga dan tetap lstari.

     

    KUB Karya Baru yang membudidayakan cabai hiyung ini diketuai oleh Junaidi di atas lahan seluas 450 hektare. Lokasinya berada di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Selain membudidayakan cabai hiyung, untuk menghasilkan produk turunannya, kelompok ini juga memiliki rumah produksi olahan seperti abon cabai dan sambal cabai hiyung dengan berbagai varian rasa disertai kecap pedas manis cabai rawit dan uyah pancuk. Produk olahan ini telah dilengkapi dengan izin edar pangan olahan dari BPOM dengan nomor merk dagang (MD) 255616001074.

     

    Aneka produk olahan tersebut tidak hanya dipasarkan di Kabupaten Tapin dan wilayah Kalimantan Selatan saja, namun juga hingga ke provinsi tetangga dan Pulau Jawa. Bahkan, di bawah PT Astra Grup, produk abon telah diekspor ke Spanyol, Jepang dan Arab Saudi.

     

    Selain memproduksi berbagai produk olahan, KUB Karya Baru juga menjual benih cabai rawit hiyung. Produksi berjalan secara maksimal dengan tenaga yang sebagian besar dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah mendapatkan banyak dianugerahi sertifikat, antara lain Sertifikat Peserta Literacy GEDOR HORTI In Action "Bimbingan Teknis Pasca Panen dan Pengolahan Cabai" pada 2020, Sertifikat Rumah Produksi Cabai dan Sertifikat UKM dari Dinas Koperasi Usaha Kecil.

     


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Dari Tapin, Cabai Hiyung Mendunia

    Terkini


    Iklan

    Close x