Harian Berantas

Harian Berantas - Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    terkini

    Oknum Pejabat Pemda Bengkalis diduga Tabrak Seorang Warga, Keluarga Korban Berharap ada Tindakan Hukum

    HARIAN BERANTAS
    16/03/2022, 09:33 WIB Last Updated 2022-03-16T02:38:27Z
    Sebuah mobil CRV plat merah yang dikendarai seorang pejabat dari Pemerintah Daerah Bengkalis yang diduga menabrak seorang warga di Siak, Senin (7/3/2022).

     

    Penulis : Elyus Waruwu I Editor : Riswan P

     

    HARIAN BERANTAS, SIAK - Oknum pejabat yang disinyalir sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) Kabupaten Bengkalis berinisial BR diduga menghilang seperti ditelan bumi usai dirinya diduga menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Pertamina KM 02 Buatan Koto Gasip Kabupaten Siak, Senin ( 7/3/2022) pukul 16.30 Wib.

     

    Peristiwa naas itu terjadi bermula ketika sebuah mobil plat merah milik Pemerintah Daerah Bengkalis dengan merek Honda CRV warna hitam dengan nomor polisi BM 1147 D dikemudikan oleh seorang pegawai yang belakangan diketahui bernama Basuki Rakhmad yang mengaku sebagai kepala dinas DPMPSP Bengkalis.

     

    Saat itu oknum pejabat ini sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan sesampainya di jalan lintas Pertamina KM 02-Koto Gasip Kabupaten Siak, mobil plat merah yang dikendarainya hilang kendali dan menabrak sepeda motor yang dikendarai korban bernama Sukardi Hura.

     

    Kondisi Korban kecelakaan yang diduga mengalami patah tulang paha.

    Kasus kecelakaan lalu lintas ini sudah ditangani Satlantas Polres Siak, hal itu diungkapkan salah satu keluarga korban yang tak mau disebutkan namanya. Kepada awak media, dia mengatakan, usai menabrak korban, oknum Pejabat Dinas DPMPSP Bengkalis itu bukannya menjenguk korban, melainkan dirinya hanya menawarkan Rp. 10 juta untuk biaya pengobatan, meski korban mengalami patah tulang paha.

     

    Anehnya, lanjutnya, setelah pelaku (BR-Red) menawarkan biaya pengobatan, pelaku malah menghilang dan tidak bisa dihubungi sehingga keluarga korban menjadi kebingungan.

     

    Kondisi sepeda motor korban kecelakaan 

    Sementara Kanit unit laka lantas Polres Siak Candra saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa laka lantas tersebut.

     

    "Kasusnya sudah ditangani unit lantas polres Siak" Kata Candra.

     

    Ditanya soal tindak lanjut penanganan kasus kecelakaan itu, Candra tidak menjawab. Sehingga belum diketahui status terduga pelaku yang merupakan pejabat negara yang bertugas di negara junjungan Bengkalis tersebut.

     

    Sementara itu, hingga saat ini informasi yang diterima, pejabat tersebut belum juga ditahan oleh Polres Siak.

     

    Keluarga korban hanya bisa berharap polisi bisa menegakkan hukum seadil-adilnya dan segera menangkap terduga pelaku yang menabrak korban.

     

    Secara terpisah, terduga pelaku berinisial BR saat dikonfirmasi awak media melalui saluran pesan WhatsApp pribadinya, bahkan berdalih dengan alasan untuk langsung menanyakan hal itu kepada kepala desa dan camat di Siak atas upaya apa yang telah dilakukannya. .

     

     "Mohon maaf, untuk jelasnya tanya dengan Sitohang, Kades dan Camat setempat upaya apa yang sudah saya lakukan"

     

    "mhn maaf, utk jlsnya mgk bs ditanyakan dg pak sitohang, kades dan cmt setempat upaya apa yg sdh sy lakukan." Katanya, Selasa, (15/3/2022) pukul 22.20 Wib.

     

    Sementara Bupati Bengkalis Kasmarni saat dikonfirmasi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, Bustami, Selasa (15/3/2022) malam terkait peristiwa kecelakaan yang melibatkan bawahannya itu belum besedia memberikan tanggapan.

     

    Hingga berita ini diturunkan, para pemangku kepentingan Pemerintah Daerah Bengkalis belum ada yang bersedia memberikan keterangan resminya.


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Oknum Pejabat Pemda Bengkalis diduga Tabrak Seorang Warga, Keluarga Korban Berharap ada Tindakan Hukum

    Terkini

    Iklan

    Close x