Harian Berantas

Harian Berantas - Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    terkini

    Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Bupati Rohil Afrizal Sintong Akhirnya Dilaporkan ke Polda Riau

    HARIAN BERANTAS
    05/03/2022, 11:08 WIB Last Updated 2022-03-07T13:58:20Z
    kantor Bupati Rokan Hilir (foto Ilustrasi )

     

    HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong dilaporkan ke Polda Riau karena tersandung dugaan ijazah palsu. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Aliansi Mahasiswa Hukum Riau, Rabu (3/2/2022).

     

    Orang nomor satu di Rokan Hilir itu dilaporkan atas dugaan menggunakan surat palsu saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada 2013. Kasus yang menyeret nama Bupati Rohil itu resmi didaftarkan ke Polda Riau, dengan bukti surat tanda penerimaan laporan Nomor: STPL B/115/III/2022/SPKT/Polda Riau Tanggal 2 Maret 2022.

     

    Berdasarkan keterangan Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Hukum Riau M Risal Ali kepada Wartawan di Pekanbaru, terlapor (Afrizal-red), diduga melanggar Pasal 263 juncto Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Jo Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

     

    "Terlapor diduga melakukan tindak pidana membuat atau menggunakan surat palsu, atau memalsukan surat atau memalsukan keterangan palsu ke dalam akta autentik atau ijazah diduga palsu," kata Risal, Kamis (03/03/2022).

     

    Sementara itu, kuasa hukum Risal, Syahidila Yuri menjelaskan, kliennya mengetahui penggunaan ijazah palsu berdasarkan pemberitaan di sejumlah media. Selanjutnya Risal menyurati Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Primatrain selaku pihak yang mengeluarkan ijazah paket C milik terlapor.

     

    Kemudian surat itu dibalas oleh PKBM Primatrain dengan memberikan berbagai surat, mulai dari copian ijazah, kartu ujian, denah lokasi ujian dan surat keputusan tim pengawas ujian.

     

    Dari balasan itu, Syahidila menyebut terlapor diketahui mengikuti ujian nasional (UN) pendidikan kesetaraan paket C pada tahun 2014 silam. Terlapor dinyatakan lulus ujian pada Agustus 2014 dan ijazah dikeluarkan pada 20 September 2014.

     


    Jika terlapor menggunakan surat keterangan lulus saat pendaftaran calon anggota DPRD pada tahun 2013, tambah Syahidila, itu tidaklah mungkin berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2013 tentang Perubahan ke- 4 PKPU Nomor 7 Tahun 2012.

     

    "Kalau menggunakan surat keterangan lulus pada tahun 2013 tidak mungkin karena yang bersangkutan baru ujian paket C di tahun 2014 sedangkan untuk pendaftaran dan melengkapi syarat calon anggota DPRD tahun 2013, jadi ijazah atau surat mana yang digunakannya untuk mendaftar," tanya Syahidila.

     

    Atas dasar tersebut, Syahidila menduga Afrizal Sintong menggunakan ijazah palsu atau surat palsu saat Pileg Kabupaten Rohil 2014-2019 lalu. Sehingga, pihaknya melaporkan orang nomor satu di Negeri Seribu Kubah itu ke Polisi di Polda Riau.

     

    Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto kepada media membenarkan adanya laporan penggunaan surat palsu dimaksud. "Iya ada," kata Sunarto.

     

    Sementara itu, Afrizal Sintong saat dikonfirmasi Harian Berantas melalui sambungan Whats App, Jumat (4/3/2022) malam, hingga berita ini diterbitkan, orang nomor satu di kawasan berjuluk Negeri Seribu Kubah itu belum juga memberikan tanggapannya.

     

    (01)


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Bupati Rohil Afrizal Sintong Akhirnya Dilaporkan ke Polda Riau

    Terkini

    Iklan

    Close x