Harian Berantas

Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    terkini

    Iklan

    DPRD Jabar Mengaku Prihatin Dengan Balai Desa Walahar Cirebon Karena Masih Ngontrak dan Mesjidnya Mangkrak

    HARIAN BERANTAS
    28/03/2022, 16:38 WIB Last Updated 2022-04-17T09:41:08Z

     

    HARIAN BERANTAS, CIREBON - Sangat ironis, kata anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady saat dimintai pendapatnya terkait hasil reses tersebut. Hal itu diungkapkannya, Minggu (27/3/2022) melalui telepon genggamnya kepada media.

     

    “Ternyata masih ada balai desa yang ngokontrak di atas tanah milik desa lain. Bisa jadi Desa Walahar hanya satu dari sejumlah desa lain yang masih belum memiliki balai desa sendiri,” kata anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XII (Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu).

     

    Masih menurut Daddy, ada yang lebih parah lagi. Desa Walahar telah mengontrak balai desa selama dua belas tahun terakhir. Artinya desa tersebut sudah lama tidak memiliki kantor desa/balai desa sendiri.

     

    Desa Walahar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Desa ini kini dipimpin oleh Kuwu Sujana yang baru dilantik sekitar tiga bulan lalu.

     

    Hingga saat ini Balai Desa Walahar masih mengontrak tanah Desa cupang yang merupakan desa induk karena Desa Walahar merupakan hasil pemekaran.

     

    Oleh karena itu, kata Daddy Kuwu dan seluruh masyarakat mengusulkan agar Pemprov Jabar membantu merealisasikan pembangunan gedung kantor balai desa. Tanah bengkok tersedia untuk menggantikan balai desa, tetapi dana desa tidak cukup untuk membangun balai desa baru.

     

    Hal ini tentunya terkait dengan kenyamanan perangkat perangkat desa yang akan melayani masyarakat di tiga blok yaitu blok Walahar, Krasak, dan Kalimati.

     

    Penduduk Desa Walahar lebih dari 3.499 jiwa dengan komposisi 1.781 laki-laki dan 1.718 perempuan. Dari jumlah tersebut, masih cukup banyak warga yang tidak bekerja. Ada juga cukup banyak pekerja yang merupakan buruh harian lepas dan wiraswasta.

     

    Dengan sekitar 500 pelajara dan mahasiswa di desa ini, kedepannya desa ini diharapkan menjadi desa yang lebih cepat maju.

     

    Daddy menyatakan bahwa Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut untuk pembangunan Balai Desa, Gedung Serbaguna, perbaikan rutilahu (rumah tidak layak huni).

     

    Desa Walahar juga membutuhkan bantuan perbaikan jalan lingkungan (Blok Penjalin) sepanjang 2 km dengan lebar 5 m. Jalan ini sering digunakan untuk mengangkut barang galian dari Gunung cupang. Kendaraan pengangkut hasil galian rata-rata kelebihan muatan atau overload. Masyarakat meminta penutupan agar kendaraan yang kelebihan muatan tidak melewati jalan desa.

     

    Sejauh ini, banyak jendela yang retak. Bahkan, tembok dan jendela SMPN 2 Gempol sudah banyak yang retak. Selain itu, Desa Walahar juga membutuhkan pendampingan dalam penyediaan tempat pengumpulan sampah per blok. Belum lagi pembangunan masjid desa yang terhenti selama 2 tahun.

     

    “Semoga semua pihak terkait mendengar ini. Mereka juga warga Jabar yang saya yakini ingin maju bersama seperti warga Jabar di tempat lain,” pungkas Daddy.


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • DPRD Jabar Mengaku Prihatin Dengan Balai Desa Walahar Cirebon Karena Masih Ngontrak dan Mesjidnya Mangkrak

    Terkini


    Iklan

    Close x