Harian Berantas

Harian Berantas - Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    terkini

    Pakar Lingkungan, Dr Elvriadi: Pengelolaan Lahan Absentee Hanya Boleh Masyarakat Tempatan

    HARIAN BERANTAS
    30/12/2021, 17:29 WIB Last Updated 2021-12-31T04:49:59Z

    Kuasa Hukum Penggugat Amir foto bersama Dr.Elvriadi,M.Si usai siadang di Pengadilan Negeri Pekanbaru


    HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Pakar lingkungan, Dr Elviriadi, M.Si kembali dihadirkan sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Kelas 1A Pekanbaru, Rabu (29/12/2021) siang.


    Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Dr. Elvriadi, M.Si mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 dan peraturan turunannya disebutkan bahwa tanah absentee hanya dapat dikelola oleh masyarakat setempat yang identitasnya berdomisili di tanah absenteesi tersebut.


    “Tanah absentee hanya dapat dikelola oleh masyarakat yang identitasnya berada di dalam wilayah tanah absentee itu sendiri dan tidak boleh dikelola oleh orang lain yang berdomisili di luar wilayah tanah absentee tersebut,” kata Dr Elvriadi saat menjawab pertanyaan kuasa hukum Penggugat.


    Hal itu ditegaskan kembali oleh Dr Elvriadi saat menjawab pertanyaan kuasa hukum tergugat yang diluruskan ketua majelis hakim.


    “Benar Yang Mulia, tanah absentee hanya bisa dikelola oleh orang yang tinggal di satu kecamatan tempat tanah itu berada. Kalau identitasnya berbeda dengan kecamatan, tidak boleh,” tegasnya saat menjawab majelis hakim yang meluruskan pertanyaan kuasa tergugat.


    Usai sidang di hadapan wartawan, Dr. Elvriadi, M.Si meminta pihak terkait, terutama Kepala Desa, Camat dan Badan Pertanahan Nasional, untuk tidak main-main dalam mengeluarkan sertifikat dan sejenisnya atas tanah absentee di Riau. Apabila masih membandel bisa berakibat fatal.


    “Surat keterangan tanah dan sejenisnya atas lahan absenteesi boleh diterbitkan tapi harus jelas identitas penerimanya,” imbuhnya.


    Perlu diketahui, Dr. Elvriadi, M.Si hadir sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait gugatan perdata melawan hukum (PMH) antara Rosmawati Siagian sebagai penggugat dan Loly Manalu, dkk sebagai tergugat yang mengaku pengurus kesusteran Francusanae Filiae Cordis Jesu At Maria (FCJM) dengan register perkara nomor 148/Pdt.G/2021/PN Pbr.


    Roasmawati Siagian menggugat pengurus kesusteran FJCM terkait masalah pembatalan kontrak sewa menyewa pengelolaan lahan absentee. Dimana sebelumnya, pihak Loly Manalu, dkk mengaku memiliki tanah kelompok tani kesusteran Francusanae Filiae Cordis Jesu At Maria (FCJM) di atas lahan absentee seluas 82 ha di kelurahan/desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir-Riau, yang kemudian meminta almarhum suami penggugat untuk mengelolanya dengan sistem sewa menyewa / kontrak.


    Selanjutnya setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak  para tergugat Loly Manalu, dkk selaku pengurus FJCM membawa penggugat menandatangani perjanjian dihadapan notaris yang ditunjuk para tergugat.


    Setelah hampir satu tahun lebih berjalan para penggugat tiba-tiba mendatangi mendiang suami penggugat dan para tergugat diduga memaksa penggugat untuk menandatangani perjanjian pembatalan perjanjian sewa menyewa/kontrak lahan absentee dengan alasan objek perkara telah dijual tergugat kepada pihak lain tanpa izin penggugat. Mendengar hal tersebut, mendiang suami penggugat mengalami serangan jantung dan meninggal dunia, sedangkan para tergugat hanya meninggalkan mendiang suami penggugat.


    Selama penggugat mengelola lahan absentee yang diklaim oleh para tergugat, penggugat telah menderita kerugian materiil berupa uang tunai sebesar Rp. 300 juta lebih diluar kerugian immaterial.


    Dr.Elvriadi,M.Si, disumpah sebagai saksi ahli lingkungan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (29/12/2021)


    Sejak pembatalan kontrak sewa pengelolaan lahan absentee, tergugat belum mengembalikan semua kerugian penggugat sampai gugatan perdata PMH diajukan di Pengadilan Negeri Pekanbaru.


    Hal itu dibenarkan kuasa hukum penggugat, Amir Muthalib saat dikonfirmasi di Pengadilan negeri Pekanbaru, Rabu (29/12/2021).


    Amir berharap Pengadilan Negeri Pekanbaru dapat memberikan putusan yang adil kepada penggugat. Pasalnya, kliennya telah menjadi korban tergugat dengan modus sewa lahan yang statusnya belum jelas, Tutupnya.


    Hingga berita ini diturunkan, para tergugat dari pengurus Francusanae Filiae Cordis Jesu di Maria Sisters Foundation belum memberikan keterangan persnya. ***(Red)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Pakar Lingkungan, Dr Elvriadi: Pengelolaan Lahan Absentee Hanya Boleh Masyarakat Tempatan

    Terkini

    Iklan

    Close x