• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Masyarakat Desak Polisi Tangkap Geng Preman Raja Maligas, Kapolres Simalungun : Saya Teruskan ke Penyidik Tanah Jawa

    HARIANBERANTAS
    11/28/21, 15:05 WIB Last Updated 2021-11-28T09:11:46Z

    Apel Pagi Perdana di Polres Simalungun, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Kamis (15/7/2021) (Foto/Istimewa)

     

    HARIAN BERANTAS, SIMALUNGUN - Kejadian yang menimpa sejumlah orang di Dusun Raja Maligas II, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun ini sudah memasuki tahap minggu ketiga.

     

    Menurut warga sekitar, kelompok pelaku bernama Ateng S dan Jaya Manurung dkk  ini bukan saja melakukan pengeroyokan terhadap korban Maruli Pasaribu, namun sebelumya juga telah menganiaya sejumlah orang lainnya.

     

    Seperti yang dialami warga Emplasmen Mayang, Nagori Mayang, Bosar Maligas, Simalungun, Nando Sihombing dan rekannya Rickhat Simbolon Warga Tebing tinggi ini. Keduanya juga menjadi incaran amukan kedua preman ini, namun tidak diperpanjang ke jalur hukum.

     

    Gambar Warung Boru Siahaan lokasi tempat yang diduga mejanya dirusak oleh pelaku Ateng Sinaga

    Nando juga menuturkan, sebelum keduanya dikeroyok, Ateng terlebih dahulu melakukan perusakan warung milik ibu Rilen boru siahaan yang suaminya sedang sakit. Warung tersebut adalah tempat dimana korban bersama rekan-rekan lainnya yang ikut serta dalam korban penganiayaan sedang singgah.

     

    Selain itu, Nando berharap kepada pihak Kepolisian Polsek Tanah Jawa segera menangkap kedua pelaku. Lantaran dirinya juga ikut dan pernah mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh korban (Maruli,red).

     

    Hal senada juga disampaikan warga Raja Maligas II lainnya bernama Davit Siregar. Saat dihubungi melului saluran telepon, Ia (Davit, red) menceritakan, bahwa kejadian tersebut bermula saat dirinya dan Nando sedang berada di warung Boru Siahaan. Ia mengaku merasa dirinya  tidak ada masalah namun tiba-tiba dibentak salah satu pelaku bernama Jaya Manurung, sedangkan Ateng yang juga pelaku lainnya sedang bermain gitar. Namun kata Davit, tak disangka, tiba-tiba Ateng membalikkan meja sehingga semua gelas di atas meja itu pun pecah.

     

    Karena situasi tidak kondusif, korban bersama Davit, Nando dan Richat Sombolon berinisiatif keluar meninggalkan warung. Namun, secara tiba-tiba kedua pelaku menyerang Maruli dan Richat serta Nando. Hingga saat ini, mereka belum mengetahui secara pasti motif kedua pelaku apa yang menyerang mereka.

     

    Gambar Lokasi Pengeroyokan kepada korban yang diduga dilakukan oleh Pelaku Ateng S dan Jaya M

    Untuk memastikan pelaku ini belum ditangkap, Harian Berantas mencoba menghubungi Kapolres Simalungun, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp.

     

    Menjawab pertanyaan wartawan, AKBP Nicolas Dedy Arifianto mengatakan akan meneruskannya ke penyidik Polsek Tanah Jawa.

     

    ''Terima Kasih...saya teruskan ke penyidik tanah Jawa,''ucapnya melalui saluran teleponnya, sabtu, (27/11/21) sore.

     

    Hingga berita ini diturunkan, informasi dari warga sekitar pelaku masih bebas berkeliaran.

    (Tim)






    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Masyarakat Desak Polisi Tangkap Geng Preman Raja Maligas, Kapolres Simalungun : Saya Teruskan ke Penyidik Tanah Jawa

    Terkini

    Iklan

    Close x