• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Gagal Terima Rp 10 Miliar, Dekan FISIP Unri Jadi Tersangka Cabul

    HARIANBERANTAS
    11/20/21, 21:35 WIB Last Updated 2021-11-20T14:35:43Z
    Gambar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) Syafri Harto saat  konferensi Pers, Jumat (5/11/2021)


    HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang dosen berinisial SH, akhirnya menemukan titik terang di Kepolisian. Hal ini terungkap usai upaya proses penyelidikan hingga meminta keterangan puluhan saksi dan barang bukti.

     

    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau sendiri telah menetapkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) Syafri Harto sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

     

    Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto kepada wartawan, Kamis (18/11/2021) lalu.

     

    “Setelah melalui proses penyelidikan, keterangan saksi-saksi  dan barang bukti yang sudah diamankan, penyidik meningkatkan statusnya ke penyidikan, selanjutnya dilakukan proses,” katanya.

     

    ''Melalui proses gelar perkara, sambung Narto, telah ditetapkan status tersangka terhadap saudara SH dalam kasus tindak pidana dugaan perbuatan cabul. Bahkan penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),'' lanjut Narto.

     

    Selain itu, Narto mengatakan penyidik akan segera memanggil SH untuk diperiksa sebagai tersangka.

     

    Seperti diketahui, seorang mahasiswi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI angkatan 2018 mengaku telah dilecehkan dosen pembimbingnya bernama Syafri Harto dilingkungan kampus. Peristiwa itu diungkapkan mahasiwi berinisial L di media sosial Instagram di akun @komahi-ur.

    Dari pengakuan korban lewat video dan viral di medsos, sang dosen memeluk, mencium pipi dan kening mahasiswi itu, serta meminta bibirnya untuk dikecup dengan bahasa ‘bibir mana bibir ungkap sang Dosen.

     

    Ungkapan mahasiswi (korban-red) melalui jaringan medsos Instagram di akun @komahi-ur tersebut dibantah Syafri Harto. Bahkan ia (Syafri Harto) mengancam akan menuntut balik mahasiswi yang bersangkutan.

     

    "Saya merasa dirugikan. Ini marwah saya, nama baik saya tercemar. Maka saya secara hukum akan saya tuntut balik. Kemana pun! Saya juga akan cari aktor intelektual di balik semua ini," katanya saat konferensi Pers, Jumat (5/11/2021).

     

    "Saya juga akan menuntut mahasiswi yang menjadi sumber awal (kasus ini) Rp10 miliar. Karena saya adalah dekan, pejabat negara. Saya adalah tokoh masyarakat Kuansing, dihormati orang Kuansing. Saya merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan, dan karena ini istri dan keluarga saya terganggu,” tegas Syafri Harto yang dinilai gagal menerima tututannya sebesar Rp10 miliar itu.

     

    (Ap)




    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Gagal Terima Rp 10 Miliar, Dekan FISIP Unri Jadi Tersangka Cabul

    Terkini

    Iklan

    Close x