• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Dugaan Korupsi APBD Riau 2014 Didalami KPK, Bagus Santoso Sebut itu Berita Sudah Lama

    HARIANBERANTAS
    10/27/21, 10:33 WIB Last Updated 2021-11-16T10:53:08Z


    HARIAN BERANTAS, PEKANBARU- Untuk membuktikkan pernyataan mantan Ketua Komisi D DPRD Riau periode 2009-2014, Bagus Santoso S.Ag MP, disalahsatu media online beberapa waktu lalu yang menyebut kasus suap ketuk palu APBD Riau 2014 yang dimuat Harian Berantas (Groop) adalah berita yang sudah lama sekitar 8 tahun. Akhirnya ucapan mantan wakil rakyat (DPRD) Riau yang saat ini menyandang tugas wakil Bupati Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis, mentah sendiri alias terbantahkan.


    Pasalnya, kasus dugaan suap (korupsi) berjamaah yang diduga melibatkan sejumlah anggota DPRD Riau periode 2009-2014 termasuk didalamnya H Bagus Santoso S.Ag MP selaku Ketua Komisi D DPRD Riau kala itu, penyidikannya kembali didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 


    Bertempat di ruang Direktorat Reskrimsus Polda Riau Jalan Pattimura No. 13 Kota Pekanbaru, Selasa (26/10/2021) kemaren, enam (6) orang anggota DPRD Provinsi Riau periode 2009-2014, diperiksa oleh penyidik dari KPK. Dan para mantan anggota DPRD Riau berikutnya tak terkecuali didalamnya Bagus Santoso S.Ag MP yang diduga turut menikmati uang suap sesuai termuat dalam amar putusan Hakim Tipikor, dipastikan bakal terpanggil dan terperiksa oleh KPK juga.


    Benar, Selasa (26/10/2021) enam anggota dewan periode 2009-2014 menjalani pemeriksaan saksi tindak pidana Suap Pembahasan RAPBD.P TA 2014 dan atau RAPBD TA 2015 Provinsi Riau," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri SH MH dalam keterangan Pers kepada Wartawan


    Adapun keenam mantan anggota dewan periode 2009-2014 yang dipanggil untuk dimintai kesaksian masing-masing sebut Ali, yakni atas nama Kirjauhari, Gumpita SP MSi, Drs. HM. Johar Firdaus MSi, Iwa Sirwani Bibra S.Sos MA, Riki Hariansyah dan Solihin Dahlan. "Pemeriksaan dilakukan di Kantor Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Jalan Pattimura No. 13, Pekanbaru, Riau," pungkas Ali


    Diberitakan media ini dari awal, yaitu pada edisi (07/10/2021) dengan sub dan judul berita, Bagus Santoso diduga Terima Uang Suap APBD Riau, KPK Harus Berani Usut Sejumlah Nama Dalam Putusan Johar Firdaus dan Suparman”. Ternyata informasi berita yang dimuat Harian Berantas tersebut diklarifikasinya Bagus Santoso di salahsatau media oonline pada 12 Oktober 2021-13:03:21 WIB, dengan judul berita media itu, “Diberitakan Ikut Menerima Aliran Suap APBD Riau, Bagus Santoso Angkat Bicara”. 


    Berita media oonline itu berbunyi, nama Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso seperti diberitakan dengan salah satu media online baru beberapa hari yang lalu disebut-sebut turut menerima aliran uang suap APBD Riau Perubahan Tahun 2014 dan rancangan APBD Riau Tahun 2015 yang telah menjerat Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau Johar Firdaus bersama Suparman yang kini sudah masuk kedalam jeruji besi.


    Atas hal tersebut tulis media online itu, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso angkat bicara dengan menyebutkan bahwa itu berita sudah lama sekitar 8 Tahun yang lalu dan sudah ada proses hukum hingga sampai vonis di pengadilan. "Perkara tersebut sudah ada terdakwanya dan juga sudah ada menjalani hukuman, bahkan ada yang keluar dari rumah tahanan," kata Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso melalui Whatsapp Selasa (12/10) tulis online media.


    Ditambahkan Bagus lagi diberita media oonline itu, Kita juga memaklumi ada kawan-kawan wartawan yang baru tau dan menulis sebuah berita terkait perkara tersebut, tetapi bagi yang mengetahuinya sudah paham dan itu wajar saja.


    "Yang jelas untuk saat ini, mari kita bersama focus untuk membangun Kabupaten Bengkalis jauhkan dari sikap iri dan pecah belah, membangun Daerah itu harus kompak sudah banyak itibar yang kita petik jika tidak bersatu maka Negeri merugi," pungkasnya di online, Selasa (12/10/2021).


    Kebenaran keterangan Bagus Santoso, disalah satu media oonline beberapa waktu lalu termasuk keterangannya pada salah seorang Wartawan aktif di Kota Bengkalis, saat dikonfirmasi awak media, dan juga  dugaan keterlibatannya dalam kasus uang suap APBD Riau perubahan tahun 2014 dan rancangan APBD Riau tahun 2015, sampai berita ini dimuat, sang Wakil Bupati Bengkalis itu belum memberikan keterangan.


    Selain dia, Bagus Santoso, Harian Berantas juga telah melayangkan konfirmasi via elektronik Bupati Pelalawan, Zukri selaku Ketua Komisi B DPRD Riau 2009-2014 yang disebut ada turut serta menerima uang suap sesuai putusan Hakim Tipikor PN Pekanbaru, namun jawaban resmi Zukri menjawab media belum ada.


    Sementara, Kabid Investisai LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP, Zosa Wijaya SH kepada kru media ini sebelumnya di Pekanbaru, menegaskan, “Meski dugaan pelanggaran penyalahgunaan wewenang jabatan, tugas dalam suatu tindak pidana penyimpangan/penyelewengan keuangan daerah/Negara telah bertahun-tahun lamanya sudah berlalu, kapan dan dimanapun harus dituntut untuk dimintai pertanggungjawabannya” tegasnya***(Ap)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Dugaan Korupsi APBD Riau 2014 Didalami KPK, Bagus Santoso Sebut itu Berita Sudah Lama

    Terkini

    Iklan

    Close x