Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Terkait Dana BOS, Pembina Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa dilaporkan ke Polda Riau

Sep 22, 2021, 20:37 WIB Last Updated 2021-09-22T13:37:24Z

Foto pelaporan dugaan pemalsuan dan dugaan pencemaran nama baik di Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Selasa (22/09/2021)
HARIAN BERANTAS, PEKANBARU- Pendiri dan pembina Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa yang beralamat di Jalan Lokomotif Pekanbaru Provinsi Riau ini dilaporkan ke Polda Riau.

Para petinggi yayasan tersebut diduga melakukan tindak pidana penggelapan hak sejumlah guru (guru) dan pemalsuan tanda tangan. Hal itu diketahui setelah Rentina Manurungmantan selaku Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa didampingi dua pengurus dari unsur organisasi di Kota Pekanbaru bertindak melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

"Benar, laporan sudah diterima. Dugaan pemalsuan di Ditreskrimum, dan dugaan pencemaran nama baik di Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus,red)," ujar Kombes Pol Sunarto, Selasa (22/09/2021) kepada Wartawan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media, Rentina Manurung dipecat oleh yayasan pada 16 Juli 2021. Setelah pemecatannya, ditemukan bahwa yayasan diduga memerintahkan seseorang untuk memalsukan tanda tangannya.

Rentina mengaku dirinya dan beberapa rekannya dipecat tanpa mengikuti prosedur karena kerap menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan terkait penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Tak hanya itu, ia (Rentina) juga membeberkan dugaan penggelapan dan pemalsuan hak guru yayasan yang diduga dilakukan oknum terkait laporan gaji ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 3,2 juta. Namun, gaji yang dibayarkan kepada guru berkisar antara Rp. 1 juta menjadi Rp. 1,6 juta.

Selain itu, sejak September 2019 hingga Juni 2020 ditemukan iuran BPJS untuk guru yayasan tidak dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan selama 1 tahun. Padahal setiap bulan pembayaran gaji/honor guru, uang BPJS sebesar Rp. 157 ribu dari gaji tersebut dikutip untuk disetorkan ke BPJS ketenagakerjaan.

Selain kasus dugaan tindak pidana dalam hal penggelapan hak dan pemalsuan tanda tangan yang telah dibawa ke jalur hukum di Polda Riau, Pembina Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa Pekanbaru diancam akan dilaporkan lagi oleh salah satu aktivis anti korupsi kepada pihak berwajib dalam kasus dugaan korupsi dana BOS selama ini.

Sementara itu, Pembina YPDTB Susanto alias Acai saat dihubungi terkait hal tersebut, Acai meminta wartawan menghubungi kuasa hukumnya.

 “kalau mau tanya masalah itu, sama pengacara Saya saja ditanya,''tutupnya.

(Ap)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_