Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Taliban Mengklaim Telah Menawarkan Diri Pada AS untuk Membantu Selidiki Teror 9/11

13 Sep 2021, 15:25 WIB Last Updated 2021-09-13T09:28:48Z


Militan Taliban dan warga berkumpul di sekitar kendaraan tempur milik pasukan Afghanistan. (Foto: AFP)

HARIAN BERANTAS, INTERNASIONAL - Taliban mengaku telah menawarkan diri untuk membantu menyelidiki tragedi serangan teror yang melanda tiga lokasi di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Saat itu, Taliban masih berkuasa di Afghanistan. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Taliban, Shuhail Shaheen, pada Sabtu pekan lalu yang dilansir dari Geo TV.

"Saya ingat bahwa kami mengutuk insiden itu. (Abdul Salam) Zareef adalah duta besar Afghanistan (untuk Pakistan saat itu) dan saya adalah seorang bawahannya. Kami mengadakan konferensi pers dan kami mengutuk insiden itu. Kami berkata kami akan bekerja sama untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya yang ada di balik layar," kata Shaheen kepada Geo TV pada Sabtu (11/9).


Shaheen mengatakan bahwa Taliban telah meminta AS untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog, bukan invasi.

Shaheen mengklaim Al-Qaeda sebagai dalang utama di balik teror 11 September, tidak memberi tahu rezim Taliban di Afghanistan tentang serangan 9/11 sehingga pemerintah merasa kecolongan.

Sejauh ini, Taliban diketahui memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaeda. Setelah serangan 9/11, Taliban juga menolak untuk menyerahkan Al-Qaeda dan pemimpinnya, Osama bin Laden, ke AS. Sikap Taliban mengakibatkan keputusan Washington untuk menyerang Afghanistan.

Pejuang Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu. Foto: Zabi Karimi/ AP - Aljazeera
Shaheen juga mengatakan Taliban tidak akan membiarkan Al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya mengejar tujuan mereka di Afghanistan.

Tak lama setelah merebut kembali kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus, Taliban berjanji bahwa mereka tidak akan membiarkan Al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya meluncurkan propaganda teror dari Afghanistan.

Saat itu, Taliban juga menegaskan bahwa mereka tidak lagi berhubungan dengan Al-Qaeda.

Rezim Taliban yang kembali berkuasa di Afghanistan saat ini memang telah memicu keresahan dari berbagai negara di dunia.
(*)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_