Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Sikap anti korupsi adalah bentuk Kesadaran Bela Negara

2 Sep 2021, 02:39 WIB Last Updated 2021-09-03T04:14:21Z


Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menerima Cindera Mata miniatur Jet Tempur Sukhoi dari Perwira Pembantu lll/Tahwildirga Spotdirga Mabes TNI AU Kolonel Kodrat Maliki usai acara Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Pendopo Amangkurat , Kamis ( 02/09/2021)
BERANTAS HARIAN, SLAWI – Sikap anti korupsi untuk mencegah praktik korupsi merupakan wujud nyata kesadaran bela negara. Demikian disampaikan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie saat membuka acara Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Aula Amangkurat, Kamis (2/9/2021).

Ardie mengatakan, sangat penting untuk menanamkan sikap antikorupsi sebagai landasan sikap mental dan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengatasi berbagai masalah seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketergantungan.

Menurutnya, korupsi (Tipikor) termasuk pungutan liar (pungutan liar) merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam kedaulatan bangsa.

“Korupsi dapat merusak fondasi kekuatan bangsa dan menjauhkan rakyat dari kemakmuran. Sementara itu, ketertinggalan yang terjadi pada bangsa Indonesia harus segera dikejar,'' kata Ardie.

Pandemi global Covid-19 telah membuka kesadaran akan kedaulatan bangsa Indonesia yang belum sepenuhnya tercapai, salah satunya di bidang kesehatan dimana ketergantungan impor obat, vaksin, reagen dan alat kesehatan lainnya masih tinggi.

“Dari segi kesehatan internal, negara kita masih belum sepenuhnya berdaulat, masih tertinggal, dan belum mandiri. Jadi di sini kita masih harus berjuang lebih keras, bekerja lebih hebat lagi,” katanya.

Perjuangan mengejar ketertinggalan, lanjut Ardie, merupakan bagian dari aktualisasi bela negara yang dapat dicapai dengan meningkatkan penelitian ilmiah dan mempercepat proses adopsi teknologi dan informasi.
Kesadaran bela negara juga dapat diwujudkan melalui peran dan profesi setiap warga negara. Sebagai contoh, dokter, bidan, tenaga kesehatan, dan relawan lainnya yang terus bekerja menangani Covid-19 merupakan bagian dari aksi bela negara.

Sementara itu, Perwira Pembantu III/Tahwildirga Spotdirga Mabes TNI AU Kolonel Kodrat Maliki mengatakan, kesadaran bela negara merupakan modal sosial sekaligus daya tangkal bangsa dalam menghadapi dinamika ancaman yang kompleks sekaligus mewujudkan ketahanan nasional. Jadi, menurut dia, setiap warga negara diharapkan memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi ancaman militer dan non-militer.

Kodrat juga mengatakan bahwa bela negara adalah tekad, sikap dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara individu maupun kolektif, dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keamanan negara. Dimulai dengan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Sebagai generasi muda harapan bangsa di masa depan, harus memiliki dan mampu mengembangkan nilai-nilai dasar bela negara. Sehingga menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai warga negara yang memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa,” pungkasnya.

(ag)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_