Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Polres Inhu Berhasil Ungkap Kasus Mutilasi Anak Dibawah Umur

11 Sep 2021, 19:35 WIB Last Updated 2021-09-16T07:34:40Z
Saat AKBP Bachtiar Alponso S.I.K, M.Si Pimpin  Press Release Kasus Mutilasi Anak dibawah Umur, Jumat (10/9/21)
HARIAN BERANTAS, INHU- Tim Reserse Kriminal Umum (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis atau mutilasi terhadap anak dibawah umur BFR (13) warga Desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal yang dilakukan oleh PM (29) karyawan PT Panca Agro Lestari (PAL) Jumat 27 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 WIB lalu.

Press release pengungkapan kasus mutilasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Firman Fadhila S.I.K, MM dan PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran di Mako Polres Inhu, Jumat (10/9/21) sore.

Bachtiar menjelaskan, pembunuhan sadis terhadap BFR terjadi pada Jumat 27 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 WIB lalu, dimana korban minta izin pada ibunya untuk pergi bermain, biasanya korban bersama teman-temannya bermain game di simpang perumahan divisi I PT PAL, karena disimpang itu yang ada jaringan internet.

Pada pukul 11.00 WIB, korban pulang untuk makan siang, setelah selesai makan korban kembali minta izin pergi bermain dan sekitar pukul 14.00 WIB, ayah korban, Arikson, pulang kerja, lalu bertanya pada istrinya, korban dimana, ibu korban menjawab jika korban bermain disimpang divisi I.

Sekira pukul 18.00 WIB, korban tak pulang kerumah, khawatir dengan anaknya yang tak biasa pulang telat, ayah dan ibu korban berusaha mencari korban namun tak ditemukan hingga larut malam, pencarian dilanjutkan Sabtu 28 Agustus 2021 dibantu warga setempat tapi tetap hasilnya nihil.

Selanjutnya pada hari Senin, 30 Agustus 2021 sekitar  pukul 09.00 WIB, dua orang warga yang ikut mencari korban, Karisma dan Robinhod mencium aroma tak sedap didalam kebun kelapa sawit divisi I blok B16. 

Ketika sumber bau itu didekati, kedua orang itu terkejut melihat kepala manusia tanpa badan, namun tak jauh dari temuan kepala manusia itu, ada bagian tubuh manusia yang masih berpakaian lengkap, celana pendek warna hitam dan baju kemeja motif kotak warna hijau, sama persis yang dipakai korban saat terakhir pamit untuk bermain ke simpang divisi I.

Temuan mayat dalam kondisi mengenaskan itu sontak menghebohkan warga sekitar dan melaporkannya ke Polsek Batang Gansal. Setelah menerima laporan penemuan mayat mutilasi itu, Kasat Reskrim Polres Inhu membentuk tim gabungan dibantu oleh Jantanras Polda Riau dan Polsek Batang Gansal untuk melakukan penyelidikan.

Hanya sekitar 3 hari dilapangan, tepatnya 3 September 2021 malam, tim menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada salah seorang karyawan PT PAL, yakni PM.

Malam itu juga, tim memburu PM dan sekira pukul 23.00 WIB, tim berhasil mengamankan PM dirumahnya, yakni di perumahan karyawan divisi I PT PAL.

Pada saat Tim menginterogasi PM secara intensif, hingga akhirnya PM mengaku telah membunuh korban dengan cara membacok badan dan leher korban menggunakan kapak, sadisnya lagi, pelaku sengaja memutus kepala korban.

Pengakuan tersangka kepada penyidik membuat bulu kuduk merinding, hanya karena masalah sepele, pelaku tega menghabisi nyawa korban secara keji.
Menurut keterangan pelaku (PM,red) bahwa pembunuhan itu bermula pada saat pelaku pergi ke lokasi kerjanya memanen buah kelapa sawit, Jumat 27 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB,.
Setibanya disimpang divisi I, pelaku melihat korban duduk sambil bermain handphone, kemudian pelaku menyapa korban dengan mengatakan "ngapa kau duduk disitu ikan teri", teguran ini mungkin membuat korban kesal sehingga korban menjawab dengan kata-kata yang kurang sopan.
Pelaku tersinggung dengan perkataan korban, namun dia tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi kerja yang ternyata tidak jauh dari tempat korban duduk sambil bermain handphone.

Setibanya di lokasi kerja, pelaku meletakkan semua peralatan kerja dan melihat kearah tanggul tempat korban duduk.

Pelaku melanjutkan pekerjaannya memanen sawit, setengah jam kemudian, pelaku kembali mengarahkan pandangannya ke tempat korban duduk dan ternyata korban sudah ada. Ketika itulah muncul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Pelaku mendekati korban sambil membawa kapak, kemudian pelaku mengajak korban untuk melihat tajur ikan, anehnya, seolah-olah tak memiliki firasat buruk, korban ikut saja ajakan untuk melihat tajur ikan itu.

Korban dan pelaku berjalan menuju kebun sawit, sekitar 100 meter berjalan, pelaku mengayunkan kapak kearah korban dan menghantam dada, lalu dalam keadaan terluka korban berteriak dan berusaha lari, akan tetapi pelaku terus mengejar dan setelah dekat, pelaku kembali mengayun kapak kebagian leher korban, saat itu korban tersungkur, tapi tetap saja berteriak.

Pelaku yang sudah beringas seperti kerasukan setan langsung memenggal kepala korban dengan kapak yang dipegangnya hingga putus kemudian membuang badan dan kepala korban kedalam kanal tak jauh dari lokasi pembantaian keji itu serta menutupi ceceran darah menggunakan pelepah sawit kering.
Selanjutnya pelaku pergi ke kanal tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencuci badan dan pakaiannya yang terkena percikan darah, kemudian pulang kerumahnya seperti tidak ada kejadian apa-apa.

Atas perbuatanya tersangka dijerat pasal 80 ayat (3) junto 76C undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 340 atau 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," Kata Bachtiar.
Ditambahkan Bachtiar, selain modus pelaku tersinggung dengan perkataan korban,  juga tersangka sakit hati dengan orang tua dan korban yang selalu berkata kasar padanya. Tambahnya

Selain tersangka, Polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo Fit BM 5862 BAA milik tersangka, 1 buah kapak dengan gagang kayu, 1 lembar baju kaos warna kuning dengan kerah warna hitam, 1 lembar celana bola warna coklat kombinasi hijau dan sepasang sepatu warna putih yang digunakan untuk panen sawit saat peristiwa itu.
(SH).

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_