Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Polisi Berhasil Ungkap Orang Tua Pembuang Bayi Malang

8 Sep 2021, 10:38 WIB Last Updated 2021-09-08T03:38:51Z


Foto Bayi Malang yang dibuang ibu kandungnya 
HARIAN BERANTAS, INHU - Dua hari berselang, Unit reskrim Polres Seberida akhirnya berhasil menangkap pelaku pembuang bayi YS (18), warga Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida.

Pelaku itu diduga telah membuang bayi perempuannya yang baru lahir di jalur Dusun Sungai Arang dengan mulut bayi disumpal dengan kain.

“Benar, berkat kerja keras Satuan Reserse Kriminal Polsek Seberida dalam mengungkap kasus pembuangan bayi di Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai,” kata Kapolsek Inhu AKBP Bachtiar Alponso SIK, M.Si melalui PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran di ruang kerjanya, Senin (6/9/21).

Awalnya, lanjut Misran, bayi malang itu ditemukan Afgan (10) siswa SD yang baru pulang sekolah, Sabtu, 4 September 2021, pukul 10.00 WIB di jalan menuju rumahnya.

Menurutnya, Afgan sebenarnya baru saja turun dari motor yang dikendarai Nur Fitriani (27), tukang ojek yang selalu mengantar Afgan ke sekolah, seperti biasa Afgan turun di persimpangan jalan menuju rumahnya, lalu berjalan kaki.

Saat berjalan beberapa meter, Afgan kaget saat melihat sosok bayi tergeletak di pinggir jalan dengan kain yang menyumbat mulutnya.

Melihat hal tersebut, Argan berlari menuju jalan raya dan mengejar Nur Fitriani kemudian menyampaikan temuan bayi tersebut. Nur Fitriani dan Afgan kembali ke jalan, lalu mengambil bayi itu dan membuka mulutnya yang disumpal dengan kain, membawanya pulang untuk dimandikan dan didandani.

Setelah itu, Nur Fitriani mendatangi rumah ketua RT setempat dan anggota Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan temuan bayi tersebut. Selanjutnya, bayi dibawa ke RS Indrasari Rengat di Desa Pematang Reba untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Nur Fitriani langsung mendatangi Polsek Seberida untuk melaporkan temuan bayi itu.

Usai menerima laporan Nur Fitriani, Kapolsek Seberida Kompol Hendri Suparto S.Sos menginstruksikan Unit Reskrim turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 15.30 WIB investigasi membuahkan hasil.

YS merupakan salah satu siswa yang selama ini berpenampilan tidak biasa, dengan perut yang membesar, namun setelah ditemukannya bayi tersebut, perutnya mengecil.

Tim bersama ketua RT, anggota Bhabinkamtibmas dan bidan desa langsung mendatangi rumah YS untuk kemudian memeriksakan kondisi kesehatan YS.

Benar saja, setelah diinterogasi, YS mengaku baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, namun karena malu dan takut ketahuan orang tuanya, YS membuang bayi tersebut di trotoar di kawasan RT 037 RW 10. Dusun Sungai Arang.

Setelah bidan mengecek kondisi YS usai melahirkan, kemudian tim mengamankan YS untuk proses selanjutnya dan kini YS dan sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Seberida.

Di sisi lain, Nur Fitriani ketika dikonfirmasi dari melalui sambungan selulernya mengatakan bahwa dia benar-benar menemukan bayi malang itu. Ia mengapresiasi kinerja polisi yang hanya meluangkan waktu sebentar untuk mengungkap orang tua bayi tersebut.

''Anak adalah titipan dan amanah dari Tuhan yang harus kita jaga dengan sungguh-sungguh. Di luar sana masih banyak orang yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak, menunggu bertahun-tahun dan berharap punya anak. Yang ini diberikan kepadanya seorang anak, malah dibuang dan disia-siakan,'' fitri.

(htbrt)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_