Iklan

iklan

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Oknum Kepala Sekolah dan Mantan Sekretaris Desa Keroyok Anak Di Bawah Umur

28 Sep 2021, 10:26 WIB Last Updated 2021-10-09T16:13:58Z


HARIAN BERANTAS, NIAS SELATAN - Seorang oknum kepala SMP N 2 Gomo SS (45) dan mantan Sekretaris Desa, SH dibantu rekan-rekannya, menyerang seorang remaja berinisial JH (17) hingga babak belur.

Peristiwa ini terjadi tepatnya di halaman depan Balai Desa Lawa-lawaluo Gomo, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan pada Selasa (21/09/2021) lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut kakak korban, Amang Weber Hia, kejadian bermula saat para pelaku membuat keributan di kantor Desa Lawa-lawaluo Gomo ketika sedang acara pemilihan anggota badan permusyawaratan desa.

Sebelum kejadian, Kepala Desa (Kades) Saronafaudu Hia, Camat Gomo, Faiginaso Tafonao, panitia dan tokoh masyarakat lainnya mengingatkan para pelaku agar tidak membuat keributan.

Dikatakan, Amang Weber, pelaku SS dan SH, dkk tidak terima teguran tersebut kemudian menyerang Ronius Hia yang tak lain adalah anak kepala desa yang sedang duduk di atas sepeda motor dan memukulnya tepat di wajahnya hingga menyebabkan Ronius terjatuh tanpa perlawanan. Pada saat yang sama, JH datang untuk melerai, akan  tetapi para pelaku ini malah menyerang JH.

Amang Weber mengatakan bahwa pelaku SS dan SH beserta teman-temannya tidak terima dengan teguran tersebut dan kemudian menyerang Ronius Hia yang tak lain adalah putra kepala desa yang sedang duduk di atas sepeda motor dan memukulnya tepat di bagian wajah hingga menyebabkan Ronius jatuh tersungkur tanpa perlawanan. Pada saat yang sama, korban JH datang untuk melerai, tetapi para pelaku ini malah menyerang JH.

“Warga berusaha menyelamatkan Ronius dan JH dari amukan para pelaku dengan membawa Ronius dan JH dari amukan para pelaku menguncinya di sebuah rumah,” kata Amang Weber.

''Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku juga menyerang kakak korban Gohifaudu Hia yang hendak masuk ke dalam warung. Kemudian mereka (pelaku) juga menyerang Jerni Hia alias Ama weber Hia, Faigi. L.N. Hia, Buala Hia, dan Atosama Hia,'' lanjutnya.

Selain itu, kata dia, para pelaku mengabaikan peringatan para pimpinan rapat, antara lain Kepala Desa Lawa-lawaluo Gomo dan Camat Gomo serta tokoh masyarakat yang meminta pelaku tidak membuat keributan, namun pelaku tidak mau menerima peringatan itu dan mencoba menyerang kembali para korban.

“Korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku segera melapor ke Polsek Gomo, dengan harapan para pelaku segera diproses hukum,” ujarnya  saat dikonfirmasi media ini melalui via seluler, Minggu (26/09/2021) 

Diperkirakan ada 10 pelaku, termasuk dua PNS berinisial SS, kepala SMPN 2 Gomo dan SH, mantan sekretaris desa setempat (saat ini sedang di non job)

Seperti diketahui, saat ini kejadian pemukulan terhadap (korban, red) yang masih duduk di bangku SMA N 1 Gomo juga viral di media sosial.

Dimana pemilik akun Facebook (FB) Mado Laia Laia pada Minggu (26/9/2021) dalam cuitannya menjelaskan identitas dan ciri-ciri pelaku.

Pemilik akun FB tersebut dalam cuitannya meminta perlindungan hukum dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan kepada korban dan perbuatan pelaku segera diusut tuntas.

Di kolom komentar, warganet pun ikut berkomentar dan meminta kepada pihak berwajib dalam hal ini Mabes Polri Cq. Polda Sumut Cq Polres Nias Selatan Cq Polsek Gomo untuk segera menangkap para pelaku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Koordinator DPP LSM Pemberantasan Korupsi Masyarakat Pulau Nias, FZ Halawa, mengecam perilaku pelaku pemukulan terhadap anak di bawah umur.

Menurut FZ Halawa, tindakan para pelaku tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh penegak hukum. Pelaku juga tidak boleh berkeliaran bebas, mereka harus dimintai pertanggungjawaban di depan hukum.


''Sebab, di antara pelakunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang seharusnya menjadi panutan dan contoh yang baik di tengah masyarakat, bukan sebaliknya. Kami meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap para pelakunya," kata FZ kepada wartawan, Minggu (26/9/2021) malam.

Selain itu, FZ Halawa berjanji pihaknya akan mengawal kasus penganiayaan tersebut hingga tuntas.

“Kami juga akan mengawal kasus penganiyaan ini agar pelaku mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal atas perbuatannya, agar hal serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Secara terpisah, Kapolsek Gomo Johnson Sianipar belum bisa dihubungi melalui sambungan seluler lantaran sedang tidak aktif.

(Red)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_