Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Menandatangani MoU dengan SKK Migas, Kapolda Riau berkomitmen untuk kelola keamanan yang baik

2 Sep 2021, 10:46 WIB Last Updated 2021-09-02T03:46:38Z

Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi dan Deputi Bidang Penunjang Usaha SKK Migas Rudi Satwiko menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan pengamanan Pertamina Hulu Rokan pada Rabu (1/9/2021) di Rumbai Pekanbaru Country Club.
HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku pengelola Wilayah Kerja Rokan menjadi tuan rumah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Riau dengan SKK Migas untuk mengamankan Wilayah Kerja Rokan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka gangguan keamanan produksi migas di wilayah kerja Rokan.

Turut hadir pada acara tersebut Plt. Kepala Divisi HRSO KKKS Hudi Suryodipuro, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus dan Dirut Pertamina Hulu Rokan Jaffee Arizon Suardin, para pejabat utama Polda serta Kapolres dan jajarannya.

Kesepakatan Kerjasama yang dicapai merupakan salah satu pilar penting strategi pengamanan wilayah kerja Rokan.

Kapolda Riau mengatakan, penandatanganan kerja sama ini penting karena dinamika keamanan erat kaitannya dengan apa yang akan dilakukan ke depan. Menurutnya, masalah keamanan adalah tanggung jawab mereka. Ia berjanji, pihaknya berkomitmen untuk serius dalam melakukan keamanan yang baik.

“Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini menjadi payung hukum bagi kami dalam menjalankan rangkaian kegiatan dan merupakan komitmen bagi kami untuk memastikan seluruh kawasan Blok Rokan aman,” jelasnya.

Agung mengatakan, Riau juga ingin maju, oleh karena itu potensi ekonomi dan sumber daya manusia harus dikelola dengan baik dan itu menjadi tantangan bagi semua pihak termasuk Polda Riau untuk memberikan pengamanan yang lebih baik.

“Saya mendapat informasi tentang target yang direncanakan mencapai 1 juta barel per hari, kita harus bisa mewujudkannya. Kami akan mengambil peran dan berkontribusi untuk pencapaian ini dan akan kami buktikan,” kata Agung.

Menanggapi pertanyaan media tentang teknik keamanan, Agung menjelaskan bahwa kegiatannya tidak berubah tetapi manajemennya berbeda dan lebih modern.

“Tujuan pengamanan ini bukan hanya untuk mengerahkan kekuatan, tapi bagaimana kita bisa membantu mencapai tujuan. Pengamanan yang kami kembangkan adalah bagaimana kami bersama-sama memahami bahwa banyak hal yang telah dilakukan oleh PHR ini untuk kita. Pertamina di tempat ini juga memberikan penguatan kepada masyarakat. Kita tidak ingin menyia-nyiakan potensi yang sudah dimiliki menjadi nilai yang lebih baik di masa depan,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Penunjang Usaha SKK Migas Rudi Satwiko. Rudi menyebut kerja sama ini sangat strategis dan penting untuk keberlangsungan operasi migas yang aman di Wilayah Kerja Rokan yang merupakan wilayah terluas di Sumatera dan menjadi tulang punggung produksi nasional.

“SKK Migas juga akan terus berkolaborasi baik dengan KKKS dan kepolisian untuk memastikan kinerja dapat berjalan dengan baik dan keamanan operasional terjamin,” kata Rudi.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Jaffee Suardin menegaskan, pengamanan aset negara merupakan aspek penting dalam menjalankan operasional di wilayah kerja Rokan sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara.

“Pertamina Hulu Rokan memiliki peran penting dalam memastikan kelangsungan produksi minyak nasional dapat berjalan lancar dan menunjang pencapaian 1 juta barel per hari yang ditargetkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dengan kerjasama ini, risiko gangguan keamanan dapat dimitigasi,” kata Jaffe Arison.

Dalam kesempatan ini, Jaffee juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau beserta jajarannya yang telah membantu mengamankan proses transisi pengelolaan wilayah kerja Rokan sehingga berjalan aman dan lancar, tanpa ada gangguan operasional yang berarti hingga saat ini.

(red)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_