• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Kasat Reskrim Pelalawan Asbun

    HARIANBERANTAS
    9/11/21, 20:57 WIB Last Updated 2021-09-21T12:00:29Z

    AKP Nardu Masry Marbun, saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (09.09/2021)
    HARIAN BERANTAS, PELALAWAN- Permasalah penyerobotan lahan diwilayah Siak Hulu kabupaten Kampar yang kini telah merembet kepermasalahan pencurian terus jadi perhatian masyarakat.Penyebab utamanya adalah adanya  dua administrasi pertanahah yang dikeluarkan oleh kedua daerah bertetangga yakni Kabupaten Pelalawan dan Kampar.

    Akibat dari masalah tersebut kini Misrianik telah jadi korban dan mendekam dalam penjara. Selain Misrianik masyarakat lainya bernama Adi juga sedang menghadapi proses hukum  di Polres Pelalawan.

    Saat ditemui awak media ini diruang kerjanya Kasat Reskim Pelalawan menyampaikan bahwa kasus pelaporan pencurian sawit yang diduga dilakukan oleh Adi masih dalam proses lidik berdasarkan laporan warga bernama Teddy.

    Keduanya sama-sama memiliki surat. Lantas Teddy melaporkan Adi tentang mencuri tandan buah sawit (TBS).

    "Kasus ini masih lidik” Kata Marbun

    Dikatakan Marbun, pihaknya hanya menerima limpahan dari Polda Riau. Soal keduanya sama-sama memiliki surat, Polres pelalawan mengkesampingkan, karena yang kami proses adalah barang siapa yang mencuri sawit", Katanya lagi.

    Selain itu tambah Marbun, masalah ini adalah masalah dualisme administrasi. Hal ini terjadi karena Badan Pertanahan Nasional (BPN) hinga kini juga belum memastikan Tapal batas wilayah daerah di Riau.

    "Kami sudah coba menanyakan batas wilayah Kampar dan Pelawawan kepada BPN kanwil Riau. Jawaban dari BPN kanwil Riau bahwa hingga kini BPN belum bisa menentukan batas wilayah sebuah daerah. Jadi Batas wilayah Riau sejauh ini tidak punya batas wilayah yang jelas" ujar Marbun.

    Secara terpisah awak media mengali infomasi ke pihak BPN Riau Iwan selaku mantan kepala BPN pelalawan menjelaskan, bahwa tugas BPN bukan menentukam tapal batas wilayah tapi cuma menentukan pemetaan batas wilayah.

    "Tapal batas daerah bukan BPN yang menetapkan, tetapi kewenangan Pemda, peran BPN melakukan pengukuran dan pemetaan batas yang telah ditetapkan Pemda. Jadi kalau tapal batas bukan wewenang BPN tapi Pemdalah yang tahu soal koordinat dan batas wilayah. Hal tersebut sudah ada aturan undang undangnya” Kata Iwan melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp pribadinya, Jumat (10/09/2021).

    Ditambahkan Iwan, mengenai tapal batas sendiri sebenarnya Pemda Kampar dan dinas Kehutanan telah menentukan batas wilayah dan titik koordinat. Bahkan sekretariat kabupaten Kampar telah turun kelapangan untuk menghindari konflik.

    Turunnya pemda kabupaten Kampar berdasarkan aturan yang telah mengikat yakni tentang Pembentukan kabupaten Pelalawan ,Rohul,Siak,Rohil dan beberapa daeah pemekaran di Riau.

    Selanjutnya Peraturan Daerah no10 tahun 1994 tentang rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau, sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan daerah No 10 tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2034.

    Selain hal itu pemerintah Kampar juga berpedoman pada peta geografis Kampar 1°,00’40” lintang utara sampai 00°,27’00” dan 100°28’30 -101 °14’30 bujur timur. Sedang untuk Pelalawan peta geografisnya adalah 1,25lintang utara sampai 103 ,28 bujur timur.

    Pernyataan Kasatreskrim polres Pelalawan sangat bertolak belakang dengan kakanwil BPN provinsi Riau.

    Dengan adanya jawaban dari BPN provinsi Riau dan  pengakuan serta pengukuran koordinat oleh pemda Kampar diduga kasat Reskrim Polres Pelalawan tidak menguasai asal usul permasalahan serta aturan agrarian yang telah diatur oleh pemerintah.

    Selain  itu permasalah mafia tanah yang kini telah jadi atensi dan perhatian Kapolri tidak boleh diabaikan oleh Polres Pelalawan untuk menangani Permasalahan hukum ini.

    (Red)
    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kasat Reskrim Pelalawan Asbun

    Terkini

    Iklan

    Close x