Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Disinyalir Oknum Mafia Serobot Tanah Warga Pangkalan Baru & Tuding Mencuri Buah Sawit

11 Sep 2021, 18:32 WIB Last Updated 2021-09-11T11:32:06Z
Petak Lokasi Objek Masalah Sengketa

HARIANBERANTAS, PELALAWAN- Disinyalir oknum mafia tanah menyerobot lahan Warga Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar sehingga membuat resah.


Hal itu terungkap ketika para korban menyampaikan keluhannya kepada awak media ini. Mana para korban telah dilaporkan oleh oknum mafia tanah ke Polda Riau dengan tuduhan mencuri buah sawit.


“Kami telah dilaporkan oleh oknum mafia yang menyerobot lahan kami beberapa waktu lalu ke Polda Riau” Kata Adi dan Misrianik yang mendi korban, Kamis (09/09/2021)


Menurut kedua korban (Adi dan Misrianik,red) para oknum mafia itu mengkelaim bahwa lahan yang selama ini kami kelolah untuk menca nafkah adalah milknya. Anehnya, Desa Pangkalan Baru di klaim oleh mafia itu masuk wilayah Kabupaten Pelalawan, padahal Desa Pangkalan Baru merupakan wilayah Kampar. Katanya.


Usut punya usut lahan yang menjadi objek permasalahan ternyata sudah lama kuasai oleh Adi dan kawan-kawan yang diklaim sebagai kawasan Hutan Ulayat Desa Pangkalan Baru-Kampar dan menjadi permasalahan hukum.Dimana hutan ulayat yang berada diwilayah mereka kini telah dibuatkan administrasi pertanahan yang dikeluarkan oleh daerah Pelalawan.


Selain Adi dan Misrianik beberapa warga lainnya juga terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran dilaporkan mencuri diatas tanah yang mereka miliki. Padahal mereka telah memiliki Surat Keterangan Ganti Rugi yang dikeluarkan oleh aparat pemerintah setempat.


“Kami ada Surat tanah berupa SKGR yang dikeluarkan oleh pemerintah, hanya saja belum kami tingkatkan ke sertifikat Surat Hak Milik (SHM)” Kata Adi dan Misrianik serentak.


Pada kesempatan yang sama, Tokoh masyarakat Desa Pangkalan Baru Syamsuir kepada wartawan ini mengungkapkan bahwa permasalahan tapal batas antara Kabupaten Pelalawan dengan Kabupaten Kampar membuat masyarakat Pangkalan Baru resah. Karena secara administrasi wilayah Pangkalan Baru tidak berbatas secara langsung dengan kabupaten Pelalawan, akan tetapi batas Kabupaten Pelalawan – Kampar adalah Desa Buluh Nipis. Artinya masih ada satu Desa lagi didepan yang berbatas dengan Pelalawan. Hal ini membuat warga bingung kenapa bisa terjadi masalah tumpang tindih dan loncat meloncat administrasi pertanahan. Apa maksud dibalik ini? Tanyanya heran, Kamis (09/09/2021)


Menurut Samsuir Desa Buluh Nipis adalah desa yang berbatasan langsung dengan Pangkalan Baru.Jadi bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa batas desa Pangkalan Baru belum jelas dengan Pelalawan.


Apa mungkin desa yang tidak langsung bersempadan dengan Pelalawan bisa dikeluarkan administrasinya oleh pemerintah Pelalawan.?


Selain itu Samsuir juga menjelaskan bahwa tanah ini adalah Tanah Ulayat desa Pangkalan Baru yang diperkuat dengan pengakuan para datuk didaerah pangkalan baru dan kepala desa serta pemerintah Kampar sebagai wilayah administrasi kabupaten Kampar.


Pengakuan legalitas tersebut bukan hanya sekedar omdong (omongan doang) semata dari pemerintah kampar.Tapi juga telah ditegaskan oleh surat tertulis oleh pemda Kampar yang mengacu pada peraturan tentang Pembentukan kabupaten Pelalawan ,Rohul,Siak,Rohil dan beberapa daeah pemekaran di Riau, Perda no.10 tahun 1994 tentang rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau, sebagaimana telah diubah dengan Perda No 10 tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2034.


Selain itu, pemda kampar juga berpedoman pada peta geografis kampar 1°,00’40” lintang utara sampai 00°,27’00” dan 100°28’30 -101 °14’30 bujur timur. Sedang untuk Pelalawan berada pada peta geografis 1,25 lintang utara sampai 103 ,28 bujur timur.


Dasar diataslah masyarakat Pangkalan Baru merasa heran adanya kasus penyerobotan tersebut. Padahal tanah dan Desa Pangkalan Baru yang menjadi objek sengketa terletak di titik koordinat 101.63375° bujur timur, maka sangat jelas bahwa tanah tersebut sesuai koordinat bukan wilayah kabupaten Pelalawan. Beber Syamsuir.


Secara terpisah, untuk mengetahui proses hukum yang dialami warga Pangkalan Baru (Adi,dkk red) awak media ini langsung konfirmasi ke Kasat Reskrim Pelalawan AKP Nardu Masry Marbun diruang kerjanya.


Pada kesempatan itu Marbun membenarkan adanya laporan dari masyarakat tentang pencurian sawit.


“Sebagai Polisi yang melayani masyarakat tentu punya kewajiban untuk menerima laporan dari siapapun. Apalagi kasus ini Polres Pelalawan hanya menerima limpahan kasus dari Polda Riau.


Karena saat ini Polda sedang menangani kasus yang sama untuk Dua tersangka yakni Adi dan Misrianik, untuk kasus Adi dilimpahkan pada Polres Pelalawan. Kata Marbun, Kamis (9/9/2021)


Dijelaskan Marbun, kasus atas nama Adi pihaknya baru pada tahap lidik dan mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Kasus ini kami akan berjalan sesuai koridor dan fakta hukum,karena kasus ini telah menjadi atensi publik, tentunya kami tidak akan bisa main main menanganinya, tutup Marbun ***(Nur)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_