• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Dinilai Kriminalisasi Ibu Bhayangkari, Senator Maya Rumantir : Nina Muhammad Harus Dibebaskan

    HARIANBERANTAS
    9/16/21, 14:25 WIB Last Updated 2021-09-16T07:25:43Z


     Anggota DPD-RI dari Komite III, Senator Dr. Maya Rumantir, MA, PhD

    HARIAN BERANTAS, MANADO - Terkait kasus kriminalisasi terhadap Ny. Bhayangkari (istri polisi - red), Nina Muhammad, Anggota DPD-RI dari Komite III, Senator Dr. Maya Rumantir, MA, PhD turun langsung melakukan advokasi terhadap korban kriminalisasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polres Manado.

    Senator yang sangat peduli dengan pemberdayaan anak dan perempuan itu mendatangi Kejaksaan Negeri Manado dan Pengadilan Negeri Manado untuk mempresentasikan hasil kajiannya atas kasus yang menjerat Ny. Bhayangkari Nina Muhammad.

    Dilansir dari BeritaManado.com, Senator Maya Rumantir menjelaskan bahwa sebagai anggota Komite III DPD RI, salah satu tugasnya adalah melindungi anak dan perempuan.

    "Setelah mempelajari kasus tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin agar setidaknya ada penangguhan penahanan untuk Nina Muhammad, ibu dari Bhayangkari Polda Sulut," kata Senator Maya Rumantir, (10 /09/21).

    Ia juga menegaskan bahwa apa yang telah dan akan dilakukannya merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya untuk membela rakyat Sulut yang tidak bersalah. Langkah konkrit yang dilakukannya adalah membuka ruang komunikasi dengan Kejaksaan Negeri Manado dan PN Manado dengan menyampaikan fakta yang sebenarnya.

    Kepada kepala Kejaksaan Negeri Manado dan Ketua Pengadilan Negeri Manado, Maya Rumantir mengatakan, bahwa dalam sebuah postingan di akun Facebooknya, Nina Muhammad hanya mengungkapkan perasaannya saat menghadapi arogansi seseorang.

    "Dari postingan Nina Muhammad di Facebook tersebut, saya menilai tidak ada penyebutan nama atau identitas seseorang, jadi tidak perlu ada arogansi dari pelapor dengan mengkriminalisasi orang lain yang tidak bersalah," kata Maya Rumantir.

    Berdasarkan pengakuan Nina Muhammad, tambah Maya Rumantir, dirinya pertama kali dizolimi dengan memposting istri salah satu direktur Bank Sulutgo dengan membeberkan identitas dan tangkapan layar foto wajah Nina Muhammad yang ditandai dengan lingkaran di kepala disertai tanda jelas dan nama lengkap.

    “Jadi menurut saya ada yang janggal di sini. Laporan Nina Muhammad dengan bukti yang jelas melanggar UU ITE seharusnya diproses lebih lanjut oleh penyidik, malah dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti, dan malah menerima laporan dari pelapor yang jelas-jelas tidak memenuhi unsur hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manado,” jelas Maya Rumantir.

    Senator yang juga merupakan seorang mantan penyanyi nasional ini sangat menyayangkan laporan pencemaran nama baik yang disampaikan Nina Muhammad di Polres Manado dan Polda Sulut dihentikan dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

    Atas perlakuan aparat kepolisian di Polda Sulut dan Polres Manado, Nina Muhammad mengungkapkan perasaannya lewat postingan di akun Facebooknya.

    “Jadi menurut saya, polisi sebenarnya tidak punya dasar yang kuat untuk menjerat Nina Muhammad. Jadi ini menurut saya cacat hukum. Sehingga Nina Muhammad layak mendapatkan kebebasan dan pemulihan nama baik. Sebaliknya, saya mendorong polisi untuk mengungkap aktor di balik kriminalisasi Nina Muhamad yang jelas-jelas melanggar UU ITE," tegas Maya Rumantir.

    (APL/Red)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Dinilai Kriminalisasi Ibu Bhayangkari, Senator Maya Rumantir : Nina Muhammad Harus Dibebaskan

    Terkini

    Iklan

    Close x