Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Upacara HUT RI ke-76, Walikota Tegal Dedy Yon Bacakan Pesan Gubernur Ganjar Pranowo

17 Agu 2021, 18:11 WIB Last Updated 2021-08-17T11:11:11Z

Foto Pasukan Paskibraka pada upaca penaikan Bendera Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Walikota Tegal Dedy Yon

HARIAN BERANTAS, TEGAL - Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 di Kota Tegal berlangsung Hikmah di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal (17/8) pagi dini hari tadi.

Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pahlawan Covid-19.

''Tenaga kesehatan dan relawan Covid-19 tentunya memiliki peran besar dalam perjuangan menyelamatkan ribuan nyawa dari bahaya covid-19. Rasa syukur ini tentunya tidak akan pernah cukup mengingat para pahlawan Covid-19 tidak hanya mengorbankan waktu, tenaga dan materi. Namun sama halnya dengan Pejuang kemerdekaan, mereka juga mengorbankan hidup mereka untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Tidak ada gelar yang lebih pantas untuk orang yang rela mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawa lainnya selain gelar pahlawan. Dan tidak ada satu pun ungkapan terima kasih yang dapat mengembalikan saudara-saudara kita yang telah mendahului kita dalam perjuangannya mengatasi Covid," kata Dedy Yon dalam upacara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri oleh Forkopimda Kota Tegal.

Dalam kesempatan itu, Deddy Yon juga membacakan pesan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tenaga kesehatan.

Saat ini, di Jawa Tengah ada lima ribu empat ratus anak yang kehilangan orang tuanya akibat pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan paket bantuan kepada mereka. Beberapa pemerintah kabupaten/kota juga telah melakukan hal yang sama.

"Termasuk teman-teman kita dari kepolisian. Mungkin itu belum cukup, kita masih harus membantu mereka dalam hal pendidikan dan membantu mereka dalam menggapai masa depan. Perjuangan bersama ini akan membuat masyarakat lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang sangat dahsyat," kata Gubernur.

Selain itu, Ganjar Pranowo Jawa Tengah juga mengatakan bahwa proklamasi kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Pertempuran demi pertempuran masih harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Di masa sekarang, pertempuran di medan perang dan cara yang berbeda juga harus dialami. Melawan kemiskinan, melawan kebodohan, melawan narkoba, terorisme dan radikalisme 

“Kita juga masih harus berjuang untuk menegakkan kedaulatan politik, menegakkan kemandirian ekonomi, menjunjung tinggi kepribadian yang berbudaya,” kata Ganjar.

Namun, Ganjar kembali mempertanyakan, apakah Indonesia sudah berdaulat.  Apakah Anda memiliki kepribadian yang berbudaya.

“Belum bapak-Ibu sekalian, masih jauh panggang dari api. Dan pandemi ini benar-benar menjadi kaca benggala yang sempurna bagi kita untuk menilai diri kita sendiri. Di satu sisi, Covid memang melumpuhkan kita tapi di sisi lain, ini Covid justru menampar kesadaran bahwa kita harus terus berjuang. Cita-cita kemerdekaan harus kita wujudkan," tutur Gubernur.

Ganjar mengatakan, tidak ada gunanya menyebut dirinya bangsa besar, jika ternyata penelitian risetnya masih lemah.

“Percuma kita membanggakan diri sebagai bangsa yang adiluhung, kalau laboratoriumnya masih jadul, belum bisa berkompetisi di kancah dunia. Mulai sekarang, mari kita bergotong royong, bahu membahu mempersiapkan segala sesuatunya. Kita tingkatkan riset ilmiah, kita perbanyak jumlah laboratorium dan tingkatkan kelasnya. Bukankah kita ingin bisa membuat obat sendiri, membuat vaksin, reagen, dan alat kesehatan sendiri? Masak untuk memenuhi kebutuhan masker, harus impor? Apa kita tidak malu?" tanya gubernur dalam pidato yang dibacakan Walikota Dedy Yon. 

(Ag)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_