Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

SMPN 19 Pekanbaru Diduga "kerap" Pungut Biaya Dari Orang Tua Siswa

9 Agu 2021, 13:11 WIB Last Updated 2021-08-09T06:24:23Z

Foto Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Pekanbaru

HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Dugaan pungutan liar (pungutan liar) yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Pekanbaru, Provinsi Riau, satu persatu mulai terkuak.

Hal itu terungkap saat salah satu orang tua/wali berinisial TL pada Sabtu (8/7/2021) mengatakan kepada Harian Berantas bahwa ada data dan informasi terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Menurut TL, selama ini SMPN 19 Pekanbaru kerap memungut biaya dari siswa dengan berbagai alasan. Diantaranya, ketika guru hendak pindah, siswa diharuskan membayar uang pamit.

Kemudian biaya perpustakaan, biaya daftar ulang, lembar kerja siswa, dan biaya persiapan kelas yang masing-masing nilainya bervariasi.

“Nilai retribusinya mulai dari Rp100.000 sampai lebih dari 224.000,” kata TL dan meminta identitasnya dirahasiakan demi anaknya.

TL menambahkan, jika selama ini mereka sudah pasrah untuk membayarnya tanpa protes lantaran takut berimbas pada anak-anak mereka.

"Kami takut protes Pak, karena bisa berdampak pada anak-anak kami," katanya.

Secara terpisah, Kepala SMP Negeri 19 Pekanbaru, Abdurrahman, saat dikonfirmasi melalui saluran selulernya menolak dikonfirmasi.

"Aku sakit sekarang di Isolasi" jawabnya singkat Sabtu (8/7/2021).

Selain itu, Dia meminta media untuk konfirmasi di sekolah setelah dirinya sudah sembuh.

"Datang ke sekolah pak, kalau sudah selesai isoman, sekarang saya fokus pada kesehatan keluarga kami, terima kasih wassalam," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, aktivis pemerhati pendidikan Hendra L kepada wartawan mengatakan bahwa pungutan yang dilakukan SMPN 19 Pekanbaru merupakan tindak pidana pungutan liar atau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Menurut Hendra, pihaknya berencana akan menyurati pihak terkait khususnya Walikota Pekanbaru melalui dinas pendidikan dan inspektorat terkait adanya dugaan pungli itu.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga nantinya akan meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus dugaan pungli tersebut.

"Kami meminta aparat hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut setelah berita ini disiarkan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (8/7/2022) siang.

Selain itu, Hendra mengatakan aparat penegak hukum bisa bertindak tanpa harus menerima laporan dari masyarakat karena media mewakili masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru belum bisa dikonfirmasi.

(Tim)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_