• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Saat Warga Sibuk Ikuti Peringatan HUT RI Ke-76, PT. MMJ Diduga Malah Perkosa Hak Anak di Bawah Umur

    HARIANBERANTAS
    8/19/21, 17:36 WIB Last Updated 2021-10-23T04:28:04Z

    Foto pekerja saat berada di areal perkebunan sawit milik PT. Marita Makmur Jaya pada (17/08/2021)


    HARIANBERANTAS, BENGKALIS - Momen memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 merupakan saat yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan arti kemerdekaan kepada anak-anaknya.

    Merayakan kemerdekaan melalui medium keluarga juga dapat mengembangkan diri dan membentuk sikap anak sejak dini.

    Kemerdekaan bukan hanya tentang meningkatkan rasa cinta tanah air, sehingga sangat penting untuk mengenalkan perayaan kemerdekaan kepada anak-anak. Pengenalan tersebut akan membentuk semangat nasionalisme untuk bisa mencintai bangsa. Ini adalah nilai yang sangat perlu diperkenalkan kepada anak-anak.

    Berbeda dengan tenaga Buruh kasar yang berada di perusahaan PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini, tepatnya pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pihak MMJ justru memerintahkan pekerja yang diduga masih di bawah umur untuk bekerja.

    Hal itu sangat disayangkan lantaran PT. Marita Makmur Jaya dianggap tidak patuh terhadap Undang - undang  sebagaimana Pasal 68 UU no. 13 Tahun 2003 menyatakan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Dan dalam ketentuan undang-undang, anak adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun.

    Selain masalah yang berkaitan dengan anak di bawah umur, Perusahaan ini juga diduga mengabaikan makna peringatan hari kemerdekaan karena pada saat yang sama, tepatnya pada UT RI ke-76, justru mempekerjakan Buruh yang disinyalir masih di bawah umur.

    Menurut salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan selama ini mereka sering dipaksa bekerja, bahkan dengan ancaman.

    "Kami dipaksa oleh perusahaan, jika kami tidak mengikuti kami selalu diancam pak," katanya sembari menitikkan air mata.

    Hal itu diakui salah seorang rekan mereka berinisial TFH yang tak lain adalah ketua rombongan pekerja saat dikonfirmasi Rabu (18/8/2021) melalui ponselnya.

    TFH mengatakan buruh yang bekerja setiap hari merah, termasuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

    Ia beralasan, pihaknya tidak pernah memaksa pekerja/buruh bekerja pada hari libur setiap tanggal merah, melainkan atas kemauan sendiri.

    "Itu kemauan mereka sendiri (pekerja, red) kami tidak ada memaksa mereka," katanya.

    Sementara itu, Asisten PT. MMJ, Madan Sembiring saat dihubungi melalui telepon seluler di 08211315** tidak menjawab.

    Begitu pun saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapnya pada Kamis (19/8/2021) juga tidak ada balasan.

    Menanggapi hal tersebut, Sekjen LSM KPK di Provinsi Riau, B. Anas menyayangkan peristiwa yang menimpa anak bangsa yang mestinya haknya sebagai warga negara seharusnya dilindungi bukan dirampas demi memperkaya oknum pengusaha. Menurutnya, bila jika benar demikian, maka Pemkab Bengkalis yang dipimpin Kasmarni dinilai tidak hadir (Absen) dalam mengawasi perusahaan-perusahaan di wilayahnya.

    Selain itu, Kata Anas, semestinya Kasmarni dapat mengikuti jejak Kepala Daerah, Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Muhammad Al Khadziq yang sempat ramai di media massa lantaran dikabarkan menginstruksikan sejumlah perusahaan, baik swasta maupun BUMD/BUMN di Temanggung, untuk menggelar upacara peringatan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2019 lalu.

    ''Saat itu Muhammad Al Khadziq memberikan arahan melalui Surat Edaran Nomor 395 Tahun 2019 yang dibagikan kepada sejumlah perusahaan swasta termasuk BUMN dan BUMD. Bahkan dikabarkan instruksi tersebut bersifat wajib dan perusahaan yang tidak melaksanakannya akan mendapat teguran,'' tegas Anas.

    (Tim)
    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Saat Warga Sibuk Ikuti Peringatan HUT RI Ke-76, PT. MMJ Diduga Malah Perkosa Hak Anak di Bawah Umur

    Terkini

    Iklan

    Close x