Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Ratusan Warga Patok Lahan HGU PT. Alam Sari Lestari

15 Agu 2021, 15:36 WIB Last Updated 2021-08-16T08:45:08Z

Foto Sejumlah warga yang mendatangi Lahan HUGU terlantar mili PT. Alam Sari Lestari 

HARIAN BERANTAS, INHU - Ratusan orang yang tergabung dalam koalisi Persatuan Rumpun Melayu Indragiri (RMI), Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) patok  lahan tanah terlantar Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. Sari Alami Lestari Minggu (15/08/21).

Selain itu, kelompok masyarakat desa Talang Jerinjing yang tergabung dalam koalisi RMI juga tampak membawa Penasehat Hukum, Amsar SH dan kawan-kawan serta dokumen-dokumen terkait tanah yang diperjuangkan mereka.

 Amsar SH mengatakan, agenda yang dilakukan adalah pengukuran tanah terlantar yang sudah puluhan tahun akan diserahkan kepada masyarakat. 

''Karena menurut peraturan perundang-undangan, HGU tiga tahun berturut - turut tidak dikelola dan tidak digunakan sesuai peruntukannya, akan menjadi tanah terlantar dan akan dikuasai oleh masyarakat,''jelasnya.

Ia menambahkan, lahan tersebut yang terlantar berdasarkan surat ukur yang dikeluarkan oleh BPN nomor 20/talang jerinjing/2007 serta peringatan III oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau nomor 57/KEP-14.16/III/ 2012 dan PP nomor III tahun 2010.

Menurutnya,  sertifikat HGU yang sudah dikeluarkan BPN bisa dicabut jika pemiliknya tidak menggunakan atau menelantarkan tanahnya. Parameter tanah dapat disebut terlantar apabila sejak 3 tahun sejak diterbitkannya HGU tidak dilakukan pemanfaatan usaha.

''Tanah yang tidak dipergunakan menurut petunjuk pemberian haknya disebut tanah terlantar. Tanah terlantar adalah tanah yang telah diberikan hak oleh negara tetapi tidak digunakan atau dimanfaatkan sesuai dengan sifat dan tujuan pemberian hak tersebut. Hal itu tertuang dalam PP 11/2010 tentang penguasaan tanah terlantar,'' ucapnya.

Ia menyebut, dari total 5.880.9 ha HGU yang dimiliki oleh PT. Alam Sari Lestari, terdapat lahan terlantar seluas 4.100ha. Namun, katanya,  yang diperjuangkan oleh pihaknya adalah 1.300ha yang termasuk dalam wilayah desa Talang Jerinjing sebagaimana menurut peta pemerintahan desa dan sesuai dengan sebanyak 231 orang pemberi kuasa.

Pada 2012, ketua kelompok Yusril Lubis membawa ranah ini ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau dan BPN Provinsi Riau juga sudah tiga kali menyurati perusahaan, namun perusahaan tidak bersedia hadir. 

''Setelah melakukan pemanggilan keempat oleh kantor wilayah, BPN ahirnya menetapkan bahwa tanah tersebut adalah tanah terlantar yang,''tutup Amsar.

(htbrt)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_