Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Rapat Paripurna DPRD Jabar, 11 Prioritas Pembangunan Jabar 2022

16 Agu 2021, 03:36 WIB Last Updated 2021-08-21T05:39:52Z

Gubernur Jawa Barat (Jabar) bersama Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat saat menyampaikan Draf Nota Kesepahaman Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Jabar Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar, Senin (16/8/2021)
KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyampaikan nota kesepahaman Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Jabar Tahun Anggaran 2022 dalam rapat paripurna DPRD Jabar, di gedung DPRD Jabar , Senin (16/8/2021).
 
KUA - PPAS disusun dalam upaya menjaga kelangsungan perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah. Kang Emil panggilan akrab Ridwan Kamil ini mengatakan, manfaat dari kebijakan penganggaran ini harus dirasakan oleh masyarakat Jabar.

“Kebijakan umum anggaran disusun berdasarkan prioritas pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat Jabar,” ujarnya.

Ada 11 prioritas pembangunan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022. (1) Reformasi sistem kesehatan, (2) pemulihan berbasis inovasi dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, (3) penguatan sistem ketahanan pangan berkelanjutan, (4) reformasi sistem perlindungan sosial, ( 5) reformasi sistem pendidikan dan promosi budaya, (6) pembenahan sistem kesiapsiagaan manajemen risiko bencana, (7) inovasi pelayanan publik dan penataan wilayah, (8) gerakan pembangunan desa, (9) pendidikan agama dan tempat ibadah juara, (10) pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup, (11) pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata.

Selain itu, ada juga sembilan program unggulan yang akan digulirkan pada tahun 2022, yaitu (1) pusat layanan ketenagakerjaan, (2) sekolah juara, (3) pesantren juara, (4) petani milenial, (5) ekonomi kreatif dan inovasi, (6) konektivitas jalan dan jembatan, (7) juara pengelolaan sampah, (8) pengembangan pariwisata, dan (9) Citarum Harum.

“Kami terus berupaya untuk mempercepat pembangunan guna memulihkan dan meningkatkan perekonomian daerah,” kata Kang Emil.

Sementara itu, terkait proyek strategis provinsi yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 adalah pengembangan destinasi wisata, pembangunan gedung pusat kreatif (creatif center), pusat budaya, command center digital, pembangunan jalan jembatan, pembangunan gedung pemerintahan, masjid, penataan alun-alun dan revitalisasi pasar.

Kang Emil juga mengungkapkan, gambaran APBD 2022 sebesar Rp 41,14 triliun untuk pendapatan daerah. Sedangkan belanja daerah sebesar Rp 40,23 triliun dan belanja pembiayaan daerah sebesar Rp 857 miliar.

“Jadi volume APBD Jabar 2022 sebesar Rp 41,14 triliun,” ujarnya.

Kang Emil juga menyampaikan bahwa akibat pandemi COVID-19, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2020 dan prognosis pendapatan daerah pada tahun 2021 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Sehingga target pendapatan daerah dan penyesuaian belanja tahun 2022 perlu pembahasan lebih lanjut agar anggaran yang dialokasikan bisa realistis untuk dilaksanakan,” kata Kang Emil.

Rancangan nota APBD KUA-PPAS TA 2022 Jabar selanjutnya akan dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_