Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Polisi didesak usut dalang penyerangan kepada tiga orang wartawan di Bengkalis

12 Agu 2021, 16:07 WIB Last Updated 2021-08-14T08:41:57Z

Foto Laporan Polisi 

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Sekretaris Jenderal Solidaritas Pers Indonesia (SPI), B Anas menyayangkan insiden kekerasan terhadap tiga wartawan saat menjalankan tugas peliputan proses pengaman tebing pulau terluar di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Bengkalis. Kabupaten, sekitar pukul 14.30 Minggu (8/8/2021) yang lalu.

Ia juga meminta kepolisian setempat dan Polda Riau untuk menangkap para pelaku dan otak intelektual di balik penyerangan itu untuk diusut agar mendapatkan hukuman yang setimpal.

“agar kasus serupa dan teror lainnya terhadap jurnalis tidak terulang di masa yang akan mendatang di daerah tersebut dan daerah lain juga," kata B. Anas di kantornya di depan Mapolda Riau, Jalan Pattimura Kota Pekanbaru, Kamis (12/8/2021)
 
Anas mengingatkan, jurnalis dalam menjalankan profesinya harus mendapat perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, tugas jurnalis adalah meliput materi berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyajikannya kepada publik melalui media massa. Selain itu, sambung anas, pelaku dapat dijerat dengan pasal ganda sebagaimana dimaksud dalam KUHP, dan Pasal 18 Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Seperti diketahui, ketiga wartawan yang mengalami ancaman kekerasan menggunakan parang adalah Zul Azmi dari Media Pers Suaralira.com, Sofyan (bekawan.com) dan Mulyadi (Cibernews.com)

Sofyan dan dua rekannya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bengkalis Provinsi Riau. Hal itu dibenarkan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi.

"Memang benar ada laporan dari rekan wartawan tentang ancaman itu," kata AKP Meki Wahyudi melalui saluran selulernya.

Sebelumnya sempat viral di beberapa grup, antara lain tiga media berita resmi GWA, Harian Berantas, www.harianberantas dan Harianberantas di Kota Pekanbaru-Riau, diberitakan tiga wartawan yang sedang bertugas di Negeri Junjungan, Kabupaten Bengkalis diserang oleh seorang warga menggunakan parang saat menjalankan tugasnya peliputan proyek pengaman pantai pulau terluar di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Minggu (21/8/21) lalu.

Dimana dalam proses pelaksanaan proyek yang dilakukan oleh perusahaan PT. Paku Bangun Jaya yang berada di lapangan diduga ada kejanggalan yang berpotensi tidak sesuai dengan kontrak kerja dan dan rancangan anggaran biaya (RAB).

"Ya benar, kami bertiga diserang oleh seorang pekerja bernama Ishak menggunakan parang dan hampir ditebas saat meliput pekerjaan proyek pengaman pantai di sana. Kami telah melaporkan kasus yang kami alami ke Polres Bengkalis," kata Mulyadi saat ditanya wartawan.

kata dia (Mulyadi), Kejadian bermula saat dirinya dan dua wartawannya tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Yang mana, sebelumnya ketika hendak turun ke lokasi, pihaknya bersama rekannya sudah menginformasikan kepada Kepala Desa Pambang Pesisir

“Sesampai di lokasi, kami melakukan pemantauan dan pendokumentasian hasil kerja Pemprov Riau. Sayangnya, tak berselang lama, seseorang bernama Ishak langsung melontarkan kata-kata benada tinggi terhadap kami yang sedang melakukan peliputan, " kata Mulyadi.

Setelah itu, kata Mulyadi, dirinya dan dua rekannya mencoba menemui pengawas lapangan bernama Agus Salim untuk melakukan wawancara. Karena sebelumnya, Sofyan (wartawan), sudah menghubunginya, dan Agus Salim sendiri yang meminta datang ke rumahnya.

“Ternyata Agus Salim saat kami datangi rumahnya tidak muncul. Saat dihubungi beberapa kali, akhirnya seorang warga bernama Anwar datang mengabarkan bahwa Agus Salim tidak ada di rumah,” jelas Mulyadi.

Anehnya lanjut Mulyadi, tidak lama kemudian Ishak muncul di depan rumah Agus Salim dengan parang dan langsung mengayunkannya (Parang) ke arah Mulyadi yang saat itu sedang posisi lagi duduk.

Karena merasa terancam, kata Mulyadi, dirinya langsung berpindah tempat duduk kearah motor. Kemudian Ishak menghampiri Sofyan yang saat itu sedang duduk di atas motor dan langsung mengayunkan parangnya ke arah Sofyan. Namun, tebasan tersebut dengan cepat dihindari oleh Sofyan dan hanya mengenai sepeda motor dan tas yang berada di stang sepeda motor.

''Melihat tebasan itu, Sofyan langsung melompat dari motor namun Ishak terus mengejar Sofyan dengan mengayunkan parangnya hingga Sofian meminta Isak untuk tidak melakukan aksi brutalnya," kata Mulyadi.

Mendengar keributan itu, Agus Salim langsung keluar dari rumahnya dan mencoba turun tangan serta meminta mereka segera meninggalkan pekarangan.

"Kami menduga Agus Salim sengaja tidak keluar saat dipanggil, karena saat kejadian tiba-tiba ia muncul keluar dan melerai Ishak yang sangat brutal mengayunkan parang kepada rekan kami," kata Mulyadi.

Sementara itu, informasi yang diterima sejumlah wartawan di Pekanbaru, Kamis (12/8/2021) pagi, pasca peristiwa brutal terhadap tiga wartawan (korban) di Kabupaten Bengkalis, Isak telah dilaporkan kepihak kepolisian. Sejauh ini, tersangka diyakini sedang bersembunyi di tempat lain.

"Ya Bang Ishak, dalam dua hari tiga hari hingga saat ini dia tidak pernah terlihat lagi. Karena minggu kemaren dia dikampung sini heboh ada mau bunuh Wartawan pakai parang," kata seorang warga Desa Pambang Pesisir, Kabupaten Bantan, Bengkalis saat dihubungi dari Pekanbaru-Riau.

(tm)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_