Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Polda Riau dan Polres Kampar berhasil tangkap pelaku perampokan uang ratusan juta

21 Agu 2021, 15:05 WIB Last Updated 2021-08-21T08:11:16Z

Foto Kabag Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat gelar konferensi Pers tentang penangkapan pelaku curas yang gasak uang ratusan juta rupiah, pada Jumat (20/8/21)
HARIAN BERANTAS, PEKANBARU - Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di Siak Hulu (10/7/21) lalu, berhasil diungkap oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar yang didukung oleh Subdit Jatanras Polda Riau. Pelaku ditangkap pada Rabu (18/8) setelah berhasil kabur membawa uang senilai Rp 100 juta pada bulan Juli lalu.

Keberhasilan pengungkapan kasus Curas itu disampaikan Kabag Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat siaran pers di Mapolda Riau, Jalan Patimura, Pekanbaru, Jumat (20/8/21). Pada acara itu, turut hadir Direktur Reserse Kriminal umum Kombes Pol Teddy, Kasubdit Jatanras Polda Riau, Kasat Reskrim Polres Kampar  AKP Berry dan Kapolsek Siak Hulu AKP RZ siregar.

Menurut Sunarto, pelaku merupakan residivis yang cukup berpengalaman, sehingga sulit dilacak jejaknya. Para pelaku memang sering melakukan tindak pidana curas, seperti memecahkan kaca, atau lainnya.

“Mereka sudah sering beraksi seperti ini. Bahkan pelaku AN alias Aan Macan juga pernah ditangkap di Malaysia karena melakukan kejahatan. Sebelum beraksi disiak hulu Aan Macan merupakan residivis yang baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan lampung dengan kasus yang sama,'' ungkapnya.

“Tersangka kedua berinisial AH. Ia juga residivis dari LP Sialang Bungkuk. Sebelumnya, AH ditahan dalam kasus yang sama tahun 2018 di kawasan Tuanku Tambusai. AH sendiri baru beberapa bulan bebas sebelum beraksi disiak hulu,'' lanjut Sunarto.

Kronologis kasus curas ini berawal dari korban Muhaimin, seorang pengusaha sawit yang berhenti di depan tokonya di Perum Taman Duta Mas Blok B.2 No.07 Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kab. Kampar, Sabtu (10/07/2021) sore yang sedang  membawa uang tunai sebesar Rp100.000,- (Seratus Juta Rupiah). 
Dengan menggunakan mobilnya, korban kemudian berhenti di sebuah restoran. Pelaku kemudian mencoba membuka mobil korban, namun, upaya pertama gagal. Pada akhirnya, korban masuk kembali ke dalam mobil dengan uang masih tergeletak di jok mobil di samping pengemudi.

Sesampai di rumah dan memarkir kendaraan, pelaku beraksi dengan membuka pintu mobil sebelah kiri dan mengambil uang yang ada di jok mobil sebelah pengemudi. Setelah berhasil, pelaku AN dan AH berhasil kabur dengan membawa hasil jarahan  tersebut. Keduanya membagi hasil kejahatan masing-masing sebesar empat puluh juta rupiah dan dua puluh juta diserahkan kepada OOB (masih DPO). Dimana OOB berperan sebagai penyewa sepeda motor.

"Kedua pelaku AN dan AH dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1)  KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," kata Sunarto.

Dalam kesempatan itu Sunarto mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Apalagi saat membawa uang dalam jumlah besar. 

''Sebaiknya demi keamanan dan keselamatan bisa meminta bantuan kepada  kepolisian untuk melalukan pengawalan,'' tutup Sunarto.

(Nur)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_