Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Pimred Harian Berantas Mengecam Keras Tindakan Intimidasi Wartawan di Dumai

17 Agu 2021, 21:33 WIB Last Updated 2021-08-17T16:28:26Z

Sebagian terduga pelaku intimidasi wartawan

HARIANBERANTAS, DUMAI- Di negeri ini, ancaman teror, pembunuhan, intimidisasi dan kriminalisasi terhadap Pers makin tinggi. Seperti yang dialami PL (26) salah seorang wartawan media online di Bagan Besar Kota Dumai Provinsi Riau, nyawa dan keluarganya diancam.


Dimana, rumah PL yang ditugaskan oleh Media Humas Polri untuk meliput di kota Dumai didatangi sekelompok orang tak dikenal (OTK) dengan menggendarai 2 unit mobil pribadi, Kamis (12/08/2021) sekira Pkl 23.15 Wib malam.


OTK yang menggeruduk rumah  PL diperkirakan sebanyak 12 orang lebih diduga body guard salah satu oknum pengusaha mafia bahan bakar minyak (BBM) illegal diduga milik oknum anggota TNI-AD berinisial Ginting yang tidak terima tempat usahanya di beritakan oleh korban pada hari Rabu (11/08/2021) sehari sebelum kejadian.


Menurut korban, kedatangan OTK itu meminta agar berita hasil investigasi yang diunggah di media segera di hapus.


Bukan itu saja, pewarta media online itu pada tengah malam, terancam dibawa oleh sekelompok tersebut ke lokasi gudang yang diduga tempat penampungan BBM illegal yang disebut-sebut milik oknum anggota tentara nasional angkatan darat (TNI-AD) yang akrap disapa Rudal Ginting. 


Selain itu diantara para OTK itu ternyata ada juga oknum wartawan salah satu media online setempat yang juga mengaku sebagai anggota PWI berinisial AR ikut mengintimidasi PL. Pasalnya, dalam video yang diunggah korban, nama  AR disebut-sebut ikut andil dalam usaha BBM tersebut.


Atas kejadian dugaan perbuatan melawan hukum tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUH-Pidana jo Pasal 18 UU No.40/1999 tentang Pers, Pemimpin Redaksi www.harianberantas.co.id ini di Kota Pekanbaru-Riau, Toro, mengecam keras aksi intimidasi dan ancaman terhadap Wartawan di Kota Dumai tersebut.


Kepada sejumlah awak media Minggu (15/08/2021) sore, Toro mengatakan, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap ancaman dan penghalangan terhadap tugas pers diancam hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp500 juta, katanya


Dia (Toro-red) mengingatkan setiap sengketa pemberitaan, harus melalui mekanisme sesuai ketentuan perundang- undangan RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yakni Hak Jawab, Koreksi dan Ralat Berita, bukan main hakim sendiri.


Selain itu lanjutnya, penyelesaian sengketa pemberitaan Pers itu ada di Dewan Pers. Sebab Dewan Pers berhak memberikan penilaian atas kode etik jurnalistik (KEJ) serta dapat memberikan sanksi kepada media atau wartawan jika terbukti melakukan pelanggaran KEJ.


Hal ini penting disampaikan Toro, setelah viralnya peristiwa ancaman dan intimidasi dan perbendelan terhadap hasil karya jurnalis dan you tube online Media Humas Polri yang mewartawakan hasil investigasi atas aktivitas penampungan BBM yang diduga dibeking oleh salah satu oknum aparat hukum termasuk oknum Wartawan salah media setempat.


Namun atas peristiwa yang terjadi terhadap Wartawan tersebut di Kota Dumai, Toro menghimbau, terlepas siapa dan darimana itu para pelaku, baik itu dia seorang Datuk, Atuk, yang namanya perbuatan melawan hukum dalam hal pengancaman termasuk menghalang- halangi tugas Wartawan, apalagi dengan adanya bukti perilaku kejahatan yang mengintimidasi berita media Pers, patut diduga melanggar hukum, tegas Toro.


Sementara AR oknum wartawan yang disebut sebut salah satu dari para terduga pelaku saat dikonfirmasi media ini via seluler pribadinya membantah ikut terlibat.


"Saya tidak ada ikut mengintimidasinya pak" Bantah AR, Minggu (15/08/2021)


AR mengaku jika dirinya hanya meminta korban menghapus video di YouTube karena ada disebutkan namanya dalam narasi Video YouTube tersebut.


"Hanya videonya saja bang" Ngakunya.


AR menambahkan, jika sekelompok orang yang mendatangi rumah korban malam itu adalah anggota TNI yang tidak terima diseberitakan sebagai pemilik gudang mafia BBM.


"Ada dua unit mobil pribadi yang dikendarai oleh oknum TNI untuk mencari korban malam itu bang" sebutnya.


Sedangkan oknum TNI-AD marga Ginting yang disebut sebut sebagai pemilik gudang mafia BBM serta dalang di balik penyerangan terhadap wartawan saat dihubungi media ini via telpon selulernya, Minggu (15/08/2021) belum bersedia memberikan keterangan persnya.


"Ini adiknya pak, Ginting lagi keluar" Kata seseorang yang mengaku adik oknum Rudal tersebut. ***(Tim)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_