Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Penyelundupan WNA Rohingya dari Medan-Malaysia berhasil digagalkan Polres Bengkalis, Pelaku langsung ditangkap

10 Agu 2021, 21:48 WIB Last Updated 2021-08-11T14:48:59Z

Foto Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan saat konferensi Pers di Mapolres Bengkalis Selasa (10/8/2021)

HARIAN BERANTAS, BENGKALIS - Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Bengkalis menangkap tiga warga Rupat yang diduga menyelundupkan 4 orang imigran Rohingya dari kamp Medan ke Malaysia.

Ketiga pelaku adalah Sufian, warga Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Yakup dan Abdullah, warga Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Pelaku ditangkap pada Senin (2/8/2021).

Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan mengatakan, ketiga warga Pulau Rupat ditangkap karena diduga terkait dengan Tindak Pidana Keimigrasian dan/atau TPPO (Perdagangan Orang) yang terjadi pada Kamis, 29 Juli 2021 sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Pasir Dusun Putih, Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis.

Saat itu, kata Hendra, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada kapal yang berangkat dari Dusun Parit Baru, Desa Putri Sembilan, diduga akan mengantarkan pencari suaka orang asing Myanmar (Rohingya) menggunakan speed boat dengan 2 unit mesin 40 pk dan 30 pk ke Malaysia dengan jumlah penumpang 4 orang.

Menurut Hendra, selanjutnya  Briptu Hendru Sibarani berkoordinasi kepada Kapos Polisi Sandar Rupat Utara Polres Bengkalis, Bripka Deddi Sukma untuk melakukan penyisiran ke pantai di sekitar perairan Rupat Utara. Sekitar pukul 13.30 WIB, diketahui speed boat yang digunakan WNA tersebut terdampar di Hutan Bakau Kuala Sungai Pasir Putih, Desa Putri Sembilan, Kec. Rupat Utara Kab. Bengkalis lantaran perkiraan sementara speed boat diduga mengalami kerusakan.

Selain itu, kata Hendra, setelah mengamankan korban penyelundupan dan barang bukti, proses penyelidikan terus berlanjut. Hingga Senin 2 Agustus 2021, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku dan mengamankan pelaku pertama bernama Sufian.

Hendra menyebut Sufian merupakan residivis kasus penyelundupan manusia yang ditangkap Polda Riau. Dari pelaku pertama, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku Yakup kemudian juga menangkap Abdullah.

“Sufian mendapat pesanan dari Yakup sebagai perantara dari seseorang di Medan yang sekarang menjadi DPO. Sufian mendapat bayaran Rp 4 juta per orang, sedangkan Yakup mendapat bayaran Rp 510.000 per orang. Sebagai pemilik speedboat, Sufian menghubungi Abdullah yang berperan sebagai tekong bersama dua orang lainnya yang saat ini menjadi DPO.” ujar Hendra.

Hendra menambahkan, Pelaku  dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 120 ayat (1) dan (2) UU. 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana minimal. 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Sebagai informasi, dalam siaran pers pengungkapan kasus penyelundupan Rohingya, Satuan Polisi Airud Polres Bengkalis hanya menghadirkan satu tersangka dari tiga yang ditangkap, karena dua tersangka terpapar Covid-19.

(sng)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_