Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Diduga PT DSI/PT. Duta Swakaria Indah Abaikan Hak Karyawan Bertahun-Tahun

9 Agu 2021, 09:03 WIB Last Updated 2021-08-09T02:03:38Z
Saat Para Buruh Menyampaikan Keluhannya Dihadapan Tokoh Masyarakat Nias 


HARIANBERANTAS, SIAK- Salah satu tokoh masyarakat Nias dari Kabupaten Siak Provinsi Riau kepada media mengabarkan, Jumat siang (06/08/2021) lalu, telah mendatangi pihak perusahaan PT DSI didaerah setempat untuk mencoba mediasi para nasib pekerja (Karyawan) yang merasa telah diperbudak selama bertahun-tahun oleh perusahaan.


Hal ini disampaikan salah tokoh warga masyarakat Siak asal Nias Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Elyuss Waruwu kepada media, Minggu (08/08/2021) kemaren.


Dizaman sekarang kata dia (Elyuss Waruwu,red), masih saja ada perusahaan yang membandel dan memperbudak para karyawan atau tenaga kerjanya sendiri tanpa mematuhi amanah Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.


Dimana hak-hak para pekerja atau karyawan di perusahaan PT. DSI/PT Duta Swakaria Indah di Kabupaten Siak Provinsi Riau, seperti hak untuk mendapatkan BPJS dan penerangan berupa arus listrik di perumahan yang tidak layak huni serta air bersih tidak di fasilitasi oleh perusahaan tersebut. 


Berangkat dari informasi atau laporan atas keluhan para karyawan dari perusahaan tersebut, tokoh masarakat Nias yang berdomisili didaerah Kabupaten siak, datang menemui pihak PT DSI dalam hal klarifikasi dan mediasi, Jum,at (06/06/2021) lalu.

Kondisi rumah/mess buruh yang tidak layak pakai


Amat disayangkan, pihak perusahaan tidak bersedia membangun komunikasi berbagai permasalahan tersebut untuk dimediasi atara para pekerja (karyawan,red), kata Elyuss menerangkan.


Sementara itu, beberapa keluhan lain dari para tenaga kerja diperusahaan setempat menyebutkan, ternyata para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama ini, pihak perusahaan tidak tahu menahu termasuk hak karyawan yang meninggal pun tidak mendapatkan santunan kematian sebagaimana ketentuan dalam undang-undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.


Menyikapi, informasi dari salah satu tokoh warga Nias (Elyuss Waruwu,red) dari Kabupaten Siak yang menyebut jika hak-hak para karyawan bertahun-tahun telah diabaikan PT. DSI/PT Duta Swakaria Indah, membuat aktivis asal Nias yang membidangi lembaga/elemen antikorupsi di Pekanbaru (B Anas Laia), kesal atas kabar sikap pihak perusahaan yang tidak terpuji tersebut.


Jika seperti itu kabarnya, perusahaan PT. DSI/PT Duta Swakaria Indah, terindikasi telah mengabaikan hak-hak dasar para karyawannya sebagaimana yang telah diatur dalam pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 dan rujukan pasal lainnya yang ditentukan oleh undang-undang ketenagakerjaan, ujar B Anas saat diminta komentarnya, Senin (09/08) tadi pagi.


Untuk itu kata dia (B Anas,red), perusahan yang dinilai telah mengabaikan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 pasal 114. Serta melanggar Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 pasal 55 tentang BPJS dan hak-hak lain yang seharusnya didapat para pihak karyawan segera dipertanyakan dan diusut . 


Selain itu tegasnya lagi, kepastian kelengkapan perizinan (izin) perusahaan itu termasuk retribusi/pajak perusahaan kepada daerah/negara harus dipertanyakan, apakah semuanya sudah seutuhnya dipatuhi untuk dilaksanakan oleh perusahaan itu selama ini. Hingga berita ini naik, pewarta masih menindaklajuti permasalahan dugaan pelanggaran HAM tersebut untuk meminta keterangan atau penjelasan dari pendiri/pemilik perusahaan terkait. ***(Al)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_