Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Daddy Rohanady Usulkan Desa Cirebon Girang Jadi Desa Wisata

10 Agu 2021, 19:32 WIB Last Updated 2021-08-21T12:35:31Z

Foto Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady 
HARIAN BERANTAS, CIREBON - Cirebon merupakan salah satu daerah yang dikenal dengan wisata religi. Ada banyak tempat yang sering dikunjungi wisatawan, seperti Patilasan Sunan Gunung Djati, Makam Sunan Gunung Djati dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Selain itu, masih banyak tempat wisata religi lainnya yang juga “layak dijual”, seperti Makam Talun Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwu Sangkan. Makam tersebut terletak di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

“Cirebon Girang layak menjadi calon Desa Wisata di Kabupaten Cirebon,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady melalui telepon genggamnya di sela-sela resesnya, Senin (8/9/2021).

Hal ini terkait dengan banyaknya pengunjung dari berbagai daerah yang melakukan wisata religi ke makam tersebut.

Objek wisata religi ini terletak di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Cirebon. Tempat ini dianggap sebagai tempat berdirinya Cirebon dan Penyebaran Islam di Cirebon.

Mbah Kuwu Sangkan sering disebut sebagai penyebar agama Islam di Tanah Cirebon. Selain itu, Mbah Kuwu Sangkan dianggap sebagai raja pertama Cirebon sekaligus pewaris mahkota Prabu Siliwangi.

Berkaitan dengan penyusunan peraturan daerah di Provinsi Jawa Barat, sudah sepantasnya jika Desa Cirebon Girang dijadikan sebagai salah satu calon utama untuk menjadi desa wisata yang masuk dalam peraturan daerah tersebut. Raperda desa wisata sedang dibahas di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Daddy menyatakan, usulan itu disampaikan langsung oleh Kuwu Cirebon Girang. Selain itu, Daddy juga bertemu dengan tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon.

“Selain itu, mereka juga meminta bantuan Pemprov untuk penataan lahan parkir dan perbaikan jalan menuju makam yang masih belum stabil,” kata anggota DPRD dari daerah pemilihan Cirebon-Indramayu itu.

Menurut Daddy, selain masalah desa wisata, ada beberapa aspirasi dari masyarakat yang sudah disampaikan. Masyarakat juga meminta ambulans untuk mengantarkan jenazah karena banyak yang meninggal dan harus diangkut ke tempat yang jauh.

Kebutuhan menjadi begitu kuat karena masyarakat tidak mampu membayar biaya sewa ambulans akibat pandemi yang berkepanjangan. Padahal beban ambulans di rumah sakit tidak kalah padatnya.

Usulan lainnya terkait perbaikan jalan kabupaten yaitu Jalan Ir. Soekarno. Selain itu, ada beberapa jalan desa yang rusak dan membutuhkan bantuan perbaikan.

Sementara itu, terkait bantuan perbaikan rutin yang jumlahnya masih cukup besar. Ada juga permintaan sambungan listrik gratis dan bantuan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi.

“Kepala desa juga menyampaikan bahwa sedimentasi Waduk Sarwadadi cukup mengkhawatirkan. Perlu penanganan serius. Ini terkait ketersediaan air untuk persawahan masyarakat.

Semoga pandemi ini cepat berakhir sehingga pekerjaan infrastruktur vital tidak lagi menjadi subjek refocusing," pungkas Daddy.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_