Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Wanita Warga Pasar Induk Jodoh Batam yang Dirubuhkan Meninggal Dunia, Warga amuk Petugas

26 Jul 2021, 23:17 WIB Last Updated 2021-08-04T04:41:48Z



HARIAN BERANTAS, BATAM - Proses penertiban pasar induk perjodohan  pada Senin (26/07/21) pukul 11,00 WIB.terhenti setelah salah satu warga meninggal diduga akibat serangan jantung.

Salah satu warga Boni Ginting mengatakan, korban Priska Ginting, 42 tahun, meninggal dunia setelah Ia shok melihat keberadaan alat berat dan tim gabungan saat pembongkaran.

''Korban kaget melihat alat berat dan tim gabungan datang ke pasar induk perjodohan bahkan sebelumnya ada pemberitahuan,'' ucap Boni

Boni mengatakan, pihaknya mengaku saat kejadian tidak ada bantuan medis dari petugas, sehingga pihak keluarga membawa jenazah almarhum.

''Sama sekali tidak ada bantuan dari tim medis, murni warga yang mengangkat jenazah, kata Boni,'' kata Boni.

Atas kejadian ini, warga meminta pertanggungjawaban dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian karena menurut para pedagang tidak ada koordinasi dengan warga untuk melakukan penggusuran.

''Kami mempertanyakan mengapa di tengah PPKM, pemerintah saat ini melakukan penggusuran. Kami minta Gustian Riau untuk bertanggung jawab karena dialah yang bertanggung jawab atas kegiatan ini,'' tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Batam melalui tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan BP Batam kembali menertibkan pasar induk I tandingan kecamatan Lubuk Baja.

Dalam proses penertiban pasar induk perjodohan itu mendapat protes keras dari puluhan pedagang yang menempati areal penertiban itu.

Tak hanya itu, umpatan kepada petugas juga mewarnai jalannya penertiban pasar induk perjodohan tersebut.

''Sudah tahu PPKM darurat, kenapa kita diperlakukan seperti ini, Bapak- bapak, ayo pergi sekarang sedang Covid19 dan hidup itu keras, malah kami diusir dari sini,,'' umpat para pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan gedung pasar induk harus dibongkar karena rencananya pembangunan akan dimulai pada 2022.

Dikatakannya akan ada pasar tradisional dengan ketinggian 5 lantai, pembongkaran dilakukan sesuai prosedur, kata Gustian Riau.

Sebanyak 230 personel yang terdiri dari TNI/  Polri, PT dan BP Batam, melakukan penertiban di pasar induk jodoh tersebut.

Gustian mengatakan, setahun lalu dia juga sudah menyampaikan kepada warga yang tinggal di pasar induk bahwa gedung tersebut segera dikosongkan karena akan dibongkar.

Namun ternyata sampai saat ini masih ada warga yang tinggal di sini, akan tetapi kami masih tetap mengirimkan surat pemberitahuan sesuai prosedur. (tim Batam.)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_