Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

PT Arara Abadi digugat mengembalikan 1.300 hektare lahan masyarakat yang dikuasainya

3 Jul 2021, 13:36 WIB Last Updated 2021-08-03T12:19:01Z


PT Arara Abadi digugat mengembalikan 1.300 hektare lahan masyarakat yang dikuasainya

Harian Berantas Pelalawan- Meski di tengah terik matahari yang cukup panas, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan menggelar sidang setempat di lokasi objek perkara seluas 1300 hektare di Desa Palas, Kecamatan Kuras Pangkalan, Kabupaten Pelalawan, Riau Jumat, 07/02-2021. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua PN Pelalawan, Joko Ciptanto, Hakim Anggota Deddi Alpaersi dan Muhammad Ilham Mirza.

Pada persidangan setempat kedua belah pihak juga turut hadir yaitu, dari pihak penggugat (ketua batin  sengeri samsari di Desa AS. Palas) yang juga didampingi oleh kuasa hukumnya dan pihak tergugat (manajemen PT Arara Abadi) juga turut hadir. didampingi oleh perwakilan hukumnya di hadapan ratusan Desa Palas.

Materi dalam persidangan ini terkait PT Arara Abadi yang dianggap telah mengingkari janji dengan tidak mewujudkan hak-hak masyarakat setempat sebagaimana tertuang dalam kesepakatan bersama dengan Dewan Kerapatan Adat Petalangan pada 21/03-2000 yang ditandatangani oleh Saleh Djasit sebagai Gubernur Riau saat itu.


Dimana terdapat tanah adat Sengeri Batin di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri milik PT Arara Abadi yang tanahnya telah dikelola dan diusahakan secara turun temurun oleh masyarakat setempat sebelum menjadi areal konsesi perusahaan PT Arara Abadi.

Kepala Desa Palas, H Samsari, AS mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa gugatan tersebut didasarkan pada hak masyarakat, anak kemenakan (keponakan) Adat Batin Sengeri Desa Palas untuk mengembalikan tanah kepada masyarakat untuk ditanami tanaman hidup untuk kepentingan masyarakat. masyarakat.

“Penyelesaian lahan ini sudah dimulai sejak 2001 ketika Gubernur Riau masih dipimpin Saleh Djasit, namun hingga kini belum terealisasi”, kata Samsari.

Menurutnya, awalnya ada tujuh titik lokasi yang akan ditinjau namun mengingat waktu shalat Jum'at akan segera tiba, hanya ada enam titik yang ditinjau.

''Kedua belah pihak sepakat bahwa daerah tersebut menjadi objek kasus, persidangan ditunda dan akan dilanjutkan, Senin, 12/07-2021 sekitar pukul 09.00 WIB,''tutupnya.

(Fag.halawa)
Editor : Riswan P

Iklan

iklan