Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

PPKM Darurat Diperpanjang, Bagaimana Pelaku Usaha pada Sektor Ekonomi Informal

23 Jul 2021, 10:15 WIB Last Updated 2021-08-03T12:21:22Z

Sekretaris komisi II DPRD Jawa Barat, Yunanda Eka Perwira. (Dok Humas DPRD Jabar).

HARIAN BERANTAS, KOTA BANDUNG - Program PPKM Darurat Jawa Bali dinilai berdampak pada berbagai sektor, seperti di bidang kesehatan angka Bed Occupancy Rate (BOR) yang mengalami penurunan dan juga dari sektor ekonomi yang mengalami penurunan pendapatan per kapita. Apalagi saat perekonomian terus merosot, pemerintah harus melakukan langkah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya sektor ekonomi informal.

Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunanda Eka Perwira dalam siaran langsungnya bersama Sekretariat DPRD Jabar, Kamis (22/7/2021) mengatakan, PPKM merupakan pilihan untuk fokus pada kesehatan dan perekonomian bisa terus berlanjut.

“Ya memang PPKM itu pilihan yang menurut saya dari sekian banyak pilihan yang diambil, terutama untuk menyeimbangkan antara Bagaimana mengatasi dampak kesehatan dan dampak ekonomi, jadi kalau kita mau benar-benar fokus pada kesehatan, sebenarnya mobilitas harus benar-benar dibatasi. karena ternyata penyebab utama penyebaran COVID-19 dalam mobilitas masyarakat juga merupakan hal yang tidak bisa kita hindari karena permasalahan ekonomi masyarakat Jabar pada umumnya memang bergantung pada mobilitas hingga saat ini,” imbuhnya.

Ia juga memaparkan 3 solusi kepada Pemprov Jabar khususnya bagi UMKM, petani dan nelayan yang terdampak PPKM Darurat. Menurut dia, pemerintah harus hadir secara langsung dan juga bekerjasama dalam penanganan memajukan sektor ekonomi di Jabar saat PPKM Darurat.

“Yang pertama bagaimana agar UMKM online, yang kedua bagaimana sekarang sektor pertanian bisa cepat dijual ke pasar. Itu fungsi pusat distribusi provinsi yang harus disediakan oleh pemerintah, dia membeli dari petani dan menjual ke pedagang dengan harga yang efisien. Dan ketiga, menurut saya, pemerintah harus hadir. Bagaimana cara menjual produk UMKM ini dari industri rumah tangga ke daerah-daerah yang ekonominya masih bisa berputar lebih tinggi,” jelas Yunanda.

“Saatnya kita hadir. Bagaimana menjual produk, tentu tidak bisa dijual, harus dikemas dulu, kemudian harus dipromosikan dulu. Saya kira kita mulai dari tahun lalu, sebenarnya ketika ada kondisi seperti ini, anda diminta untuk segera menugaskan minimal 3 institusi, disini dan ketiganya harus memiliki kemampuan pemasaran seperti itu untuk menjual barang-barang Jawa Barat.” lanjutnya.

Menurutnya, vaksinasi sangat penting dampaknya terhadap sektor ekonomi, ia menjelaskan bahwa vaksin akan membuat masyarakat lebih percaya diri untuk melakukan bisnis seperti biasa.

“Vaksinasi sangat erat kaitannya dengan perekonomian sehingga vaksinasi dapat meningkat terutama di kabupaten / kota yang saat ini masih rendah bagi yang berpenduduk tinggi, ada kepercayaan diri dari pemerintah pada masyarakat untuk mulai beraktivitas secara lebih normal,” Yunanda menyimpulkan.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_