Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Pecat Karyawannya secara sepihak, PT.SAJ diduga melanggar UU Ketenagakerjaan

29 Jul 2021, 13:45 WIB Last Updated 2021-08-03T12:19:01Z

Pecat Karyawannya secara sepihak, PT.SAJ diduga melanggar UU Ketenagakerjaan
HARIAN BERANTAS, NIAS UTARA - Berita laporan pemecatan sepihak oleh PT.SAJ (Sedar Abadi Jaya) Perkebunan Kelapa Toyolawa kepada seorang karyawan Magdalena Teti Zalukhu (MZ) yang berlokasi di wilayah desa Hiligawolo, kecamatan Lahewa, kabupaten Nias Utara, provinsi Sumatera Utara telah menjadi berita perhatian publik.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disnakerkop UKM) Kabupaten Nias Utara, Folo'o Hulu di kantornya, menyatakan pihaknya telah mengklarifikasi polemik yang terjadi di PT. Perkebunan Kelapa SAJ Toyolawa yang akhir-akhir ini menjadi konsumsi publik dan ramai diberitakan oleh sejumlah media online.

''Mengenai polemik permasalahan yang terjadi di PT. SAJ, kami telah melakukan klarifikasi dengan mengunjungi PT. SAJ dua minggu lalu,'' ujarnya diruangan kerjanya pada Senin (26/07/2021).

''Klarifikasi itu berdasarkan laporan salah satu pegawai di sana yang diberhentikan berinisial MZ,'' kata Kadisnakerkop,'' lanjutnya.

Menurut dia, dari hasil klarifikasi yang dilakukan pihaknya, Manajer PT. SAJ, Rasali Zalukhu membenarkan telah memecat MZ dengan alasan kedapatan berpacaran dengan seorang pria, kemudian memfitnah nama baik pengelola perusahaan RZ kepada pemilik perusahaan,” ujarnya.

Ditambahkan Folo'o Hulu, pengelola PT SAJ juga menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawannya, termasuk tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi karyawan, ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya (DISNAKERKOP) telah menyurati PT. SAJ untuk meminta data karyawan yang bekerja di perusahaan. Namun hingga saat ini PT. SAJ belum mengirimkan data ini.

"Kami berencana mengajukan surat permintaan kedua," kata Folo'o,'' katanya.

Selain itu, dia mengaku akan merasa kecewa dengan perusahaan jika hal tersebut tidak terpenuhi dan pihaknya akan menganggap perusahaan PT. Sedar Abadi Jaya telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

''Menurut hasil klarifikasi kami di PT. SAJ pekan lalu memang tidak ada kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawan sehingga karyawan tidak mendapatkan Jamsostek. Apabila PT. SAJ tidak menyerahkan data tersebut, maka hal ini akan kami sampaikan kepada pengawas fungsional tenaga kerja Disnaker Provinsi. Kami dari Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UKM Nias Utara hanya sebatas memfasilitasi permasalahan yang terjadi di perusahaan dan melakukan pembinaan, seperti yang saya katakan tadi,” kata Folo'o,'' ujarnya.

(Fzal).

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_