Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Pandemi terus menyebar, tenaga kesehatan juga terpapar. DPRD Jabar : Butuh Langkah Cepat

16 Jul 2021, 20:13 WIB Last Updated 2021-08-03T12:21:22Z

Pandemi terus menyebar, tenaga kesehatan juga terpapar. DPRD Jabar : Butuh Langkah Cepat
anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady

HARIAN BERANTAS, KOTA CIREBON - Kasus Corona di Indonesia khususnya Jawa Barat semakin hari semakin meningkat, diawali dengan masuknya varian delta dari India dengan kode nama B.1.617. Di Jawa Barat, hingga Selasa (13/7/2021) sebanyak 459.949 orang terkonfirmasi positif dengan 7.842 kasus baru, total 6.616 meninggal dengan 175 kasus baru.

Salah satu kasus terparah terjadi di Kabupaten Cirebon. Jumlah penduduk yang terpapar di Kabupaten Cirebon adalah 3.583. Dari 40 kecamatan tersebut, 35 di antaranya masuk dalam zona merah. Ini adalah tiga kecamatan dengan kasus terkonfirmasi terbanyak, yakni Sumber 270, Talun 255, dan Plumbon 167.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah, salah satunya anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady. Ia angkat bicara terkait situasi pandemi Covid-19 saat ini. 

 “Saat pandemi terus merebak, bahkan banyak tenaga kesehatan yang terpapar, diperlukan penanganan segera,” kata Daddy Jumat (16/7/2021).

Dengan jumlah yang terus bertambah, perlu segera diambil tindakan pencegahan. Beberapa daerah telah menambah ruang perawatan khusus untuk pasien Covid-19. Langkah ini diambil karena jumlah orang yang terpapar Covid-19 meningkat pesat.

Daddy juga khawatir persediaan obat-obatan, APD dan Tabung Oksigen semakin berkurang. 

''Masalahnya bukan hanya ketersediaan kamar, banyak hal yang harus dipenuhi, seperti obat-obatan, APD, dan oksigen beserta tabungnya, yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan,” jelas Daddy.

Selain itu kata Daddy, ada hal yang tak kalah penting, seperti ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) juga harus diperhatikan. Mereka telah bekerja siang dan malam menangani pandemi selama lebih dari setahun.

''Mereka juga manusia yang bisa cepat lelah sehingga daya tahan tubuhnya (Imun) menurun,'' ujarnya.

Daddy mengatakan banyak tenaga kesehatan yang terpapar, bahkan tidak sedikit yang meninggal. Akhirnya, tidak heran jika cukup banyak IGD rumah sakit yang menolak pasien baru karena pasien yang sudah ada belum tertangani secara maksimal.

menurut Dia, terlepas dari pro dan kontra mengenai kebijakan yang diambil dalam penanganan pandemi, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak orang yang meninggal dunia. Lahan yang disediakan oleh beberapa area untuk pemakaman umum juga masih kurang.

"Kita butuh langkah cepat untuk menghadapinya, tapi kita masih harus bersabar," pungkasnya.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_