Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Meski dikabarkan terjadi pencemaran lingkungan, masyarakat Dusun Tua Pelang dan Bongkal Malang mendukung keberadaan PT SIR di Inhu

26 Jul 2021, 19:34 WIB Last Updated 2021-08-03T12:45:00Z

Foto warga dari dua desa saat sambangi Dinas Lingkungan Hidup

HARIANBERANTAS - INHU - Puluhan warga dari dua desa yakni desa tusun tua pelang dan desa bongkal malang menyambangi Kantor Badan Lingkungan Hidup (DLH) Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau untuk meninjau Audiensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terkait dugaan Pencemaran Limbah PT Sawit Inti Raya (SIR) ) ke sungai.

Mengetahui ada audiensi yang digelar PMII, kedua desa yang bersinggungan dengan PKS PT SIR itu mendatangi kantor DLH untuk memberikan dukungan terhadap keberadaan PKS. Hal ini dikarenakan warga merasa perusahaan ini telah banyak berkontribusi untuk desa mereka, seperti menyerap tenaga kerja lokal. Sementara itu, terkait tudingan terhadap perusahaan yang disebut-sebut melakukan pencemaran limbah, warga membantahnya. Menurut mereka (warga) selama ini perusahaan tidak pernah mencemari limbah sawit di lingkungan mereka.

“Kami tidak pernah ribut dan menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah, justru kami mendukung kehadiran perusahaan di desa kami,” kata Aswadi, Kepala BPD Desa Bongkal, Malang, Senin (26/7/2021). .

Meski begitu, kata Aswadi yang didampingi puluhan warga, ia juga mengatakan, sejak berdirinya pabrik PT SIR, perusahaan masih kooperatif dan tidak pernah menimbulkan masalah, apalagi mencemari lingkungan.

“Kalau ada yang bermasalah dengan pabrik PT SIR itu bukan warga kami, kami tidak ingin ada yang mengatasnamakan desa untuk kepentingan yang tidak jelas. Apalagi soal sampah, selama ini kami merasa belum ada laporan dari masyarakat terkait pencemaran limbah,” kata Aswadi (red).

Adapun tanggapan masyarakat Desa Dusun Tua Pelang Kecamatan Kelayang, Budi Wiranata mengatakan senada dengan apa yang dikatakan masyarakat Desa Bongkal Malang, bahwa keberadaan PT SIR sangat membantu masyarakat sekitar dan selama ini belum pernah mendengar adanya tuduhan pencemaran lingkungan.

Sementara itu, Pj Kepala Dinas Lingkungan Hidup Saiful Bahri melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas DLH, Inhu Joni Maryanto mengatakan, kedatangan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam PMII ke Kantor DLH hanya mempersoalkan progres penanganan dugaan pencemaran limbah ke sungai-sungai di Kabupaten Kelayang tepatnya di Dusun Pelang Lama.


Menurut Joni, audiensi ini merupakan lanjutan dari beredarnya berita dugaan pencemaran di media sosial. Terkait hal tersebut, Tim Pelayanan DLH telah melakukan klarifikasi di lapangan, namun saat meninjau lokasi yang diduga tercemar, tidak ditemukan adanya pencemaran lingkungan oleh PT SIR.

“Mahasiswa yang tergabung dalam PMII datang hanya untuk audiensi, namun karena kondisi saat ini masih pandemi, perwakilan yang hadir hanya lima orang. Terkait dugaan pencemaran sungai, pihak DLH langsung turun ke lapangan pada awal Juli 2021. Pihak kami tidak menemukan adanya dugaan pencemaran yang dilakukan oleh PT SIR, karena di hulu dan hilir sungai tersebut bukan Desa pelang Dusun Tua. Di situ informasi tidak benar, selain itu mahasiswa yang tergabung dalam PMII belum pernah melihat langsung ke lokasi tercemar,” jelasnya.

Selain itu, Jony juga menegaskan bahwa pada uji petik air sungai dilapangan, DLH memastikan selama ini tidak ada pencemaran, dan untuk kadar Dissolved Oxygen (DO) sendiri dikisaran 7 sedangkan untuk uji PH airnya ditemukan 4,5.

“Dalam pengawasan dan verifikasi di lapangan yang juga disaksikan oleh masyarakat sekitar, kita harus bicara data yang akurat, intinya tidak ditemukan pencemaran. Namun atas keterbukaan kami dari pelayanan Dinas sudah kami jelaskan kepada Adik - adik dari PMII, artinya kritik dan saran tetap kami terima untuk kebaikan kita bersama,” pungkas Joni.

Pinten S

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_