Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Lantaran Banyak Tenaga Kesehatan yang Mundur, DPRD Jabar minta PPKM dievaluasi

17 Jul 2021, 16:18 WIB Last Updated 2021-08-03T12:21:22Z

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady
HARIAN BERANTAS, KOTA BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady membunyikan alarm atas situasi penanganan pasien Covid-19. Hal ini didasarkan pada situasi terkini terkait pandemi saat ini, karena banyak tenaga kesehatan yang mengundurkan diri lantaran kelelahan dan jumlah pasien yang terus bertambah.

Bahaya ! ujarnya singkat saat ditanya mengenai situasi terkini terkait pandemi.

“Tidak sedikit petugas kesehatan (nakes) yang dikabarkan mengundurkan diri. Mereka lelah melayani pasien sejak setahun lalu. Di sisi lain gelombang pasien yang masuk sudah mengantri. Padahal, ruang perawatan yang ada sudah kewalahan," Daddy Jumat (16/7/2021).

Menurutnya, ketersediaan oksigen harus diantisipasi. Obat-obatan mulai dipasok. APD mungkin masih perlu ditambah. Ada juga upaya penambahan ruang perawatan di beberapa daerah, baik dengan tenda darurat atau bahkan menggunakan kontainer.

"Tenaga kesehatan tidak bisa diabaikan. Katakanlah semuanya tersedia, seperti obat-obatan, oksigen, APD, ruang perawatan. Jika tenaga kesehatan tidak tersedia atau sangat tidak memadai, apa yang akan terjadi," kata Daddy.

Memang ada kesepakatan bersama di tingkat pusat untuk mengatasi ketersediaan tenaga kesehatan. Namun, hingga saat ini belum dilaksanakan. Bahkan, situasinya sangat mendesak.

Dia Juga mengatakan setelah lebih dari setahun berjuang, para tenaga kesehatan pasti mulai lelah dan itu sangat manusiawi. Selain itu, lanjutnya, ada juga yang terpapar sehingga sebagian harus mengisolasi diri atau dirawat. Bahkan tidak sedikit yang kemudian meninggal dunia.

''Beban kerja yang begitu berat tentunya sangat membebani tenaga kesehatan secara pribadi dan keluarganya. Jangan biarkan mereka masih harus memikirkan hal-hal yang tidak perlu mereka pikirkan,'' sebutnya.

Ujung-ujungnya, kata Daddy, tidak aneh jika banyak pasien yang dianggap lambat dirawat. Bahkan, Instalasi gawat darurat (IGD) beberapa rumah sakit terlihat kewalahan. Akhirnya, pasien lebih memilih isolasi diri. Rumah sakit tidak menolak pasien, tetapi hanya karena jumlah pasien yang membludak.

Daddy menyatakan hal itu sudah memasuki situasi darurat. Namun, tenaga kesehatan harus diselamatkan. Jangan sampai mereka mengundurkan diri begitu saja.

“Ini memerlukan langkah luar biasa, termasuk kebijakan, karena situasinya luar biasa. Selain itu, evaluasi PPKM darurat juga diperlukan, karena grafik pasien tidak melandai,” pungkasnya

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_