Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ketua Umum PJID-Nusantara mengutuk keras pelaku pemukulan kepada Jurnalis di Majalengka

5 Jul 2021, 00:18 WIB Last Updated 2021-07-07T15:48:05Z


HARIAN BERANTAS, PEKANBARU – Rentetan peristiwa kekerasan demi kekerasan terhadap Jurnalis tanah air, seperti, di Simalungun, Sumatera Utara wartawan ditembak mati, dan di Gorontalo wartawan dibacok OTK.

Terkini Intimidasi dan penganiayaan juga menimpa Wartawan di Majalengka Jawa Barat yang menurut video yang beredar tampak jelas penganiayaan disertai intimidasi menimpa (Sulaeman - Red) Wartawan dari Tabloid Media "Cetak dan Online" Fokus Berita Indonesia (FBI) dan rekannya Warya Ayotondoan Wartawan dari Mitra Jabar. Dari semua kejadian itu, perkumpulan pemerhati keselamatan jurnalis angkat bicara dan mengecam serta mengutuk pelaku.

“Kami atas nama Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJID-Nusantara), mengutuk tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Sulaeman, reporter media Tabloid FBI di Majalengka, dan jurnalis lain yang terjadi selama ini. " kata Ismail Sarlata ketua umum PJID-Nusantara (Minggu, 4/07/2021).

Ia menyebut, terkait peristiwa yang menimpa kuli tinta (wartawan) dalam beberapa tahun terakhir, Dirinya ( Ismail Sarlata) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Jurnalis Demokrasi Indonesia (PJID-Nusantara) ini mengecam keras para pelaku kekerasan terhadap jurnalis (Wartawan).

Beberapa kasus yang menimpa wartawan sebagaimana tersebut di atas, kami percaya dengan kinerja Polri dalam mengungkap beberapa kasus insiden yang menimpa Insan Pers (Wartawan/Wartawan) sesuai dengan hukum yang berlaku di Kesatuan Negara Republik Indonesia dan UU Pers NO. 1999 tentang tugas pokok pers. tambah Ismail Sarlata

''Peristiwa demi peristiwa yang menimpa kita sebagai insan pers (wartawan), hendaknya membuat insan pers semakin bersatu padu menyuarakan kebenaran dan tidak menyurutkan semangat kita untuk terus membela dan menyemangati sesama pers, baik langsung maupun tidak langsung demi tegaknya keadilan bagi Insan Pers.” kata Ismail Sarlata sebagai bentuk pesan kepada rekan-rekan pers di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.

Selain itu Kata Ismail, apa yang telah terjadi pada rekan-rekan (Jurnalis ) di luar sana, menurutnya bukan tidak mungkin hal itu bisa menimpa dirinya dan rekan rekannya.

‘’Oleh karena itu, marilah kita memiliki rasa kepedulian dan semangat korsa di antara sesama pekerja pers, dan berjalan sesuai dengan koridor sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Tugas Pokok Pers sebagai buku pedoman dalam menjalankan fungsi dan peran kita sebagai Pers,’’ tutup Ismail Sarlata.

Sumber: PJID- Nusantara.
Editor :Riswan. P

Iklan

iklan