Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Harijito Warga Batam Meninggal Setelah divaksin, Erry Syahrial : Isterinya minta dijawab dengan jujur

29 Jul 2021, 14:41 WIB Last Updated 2021-08-03T11:41:16Z

Harijito
Foto keluarga Harijito saat mengikuti prosesi pemakaman 

HARIAN BERANTAS, BATAM - Harijito (49), warga Perumahan Badan Permusyawaratan (BPD) Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, meninggal Rabu (28/07/21) setelah menjalani dua kali vaksin sekaligus yang digelar Apindo Kepri pada 11,  Juli , 2021.

Selain itu, meski sebelumnya telah divaksinasi dan kembali menjalani tes VCR pada tanggal 24 di RS Budi Kemuliaan Seraya, Harijito dinyatakan positif COVID-19.

Menurut Ketua RT 01 RW 04 Perumahan Badan Permusyawaratan, Erry Syahrial, kepada wartawan, dokter penanggung jawab vaksin mengakui bahwa Harijito divaksinasi dua kali hari itu oleh vaksinator yang berbeda.

''Ada keterangan dokter,'' kata Erry Syahrial Kamis (29/07/21).

Erry mengatakan setelah menjalankan vaksin, Harijito langsung mengeluh tidak enak badan.

''Malam setelah divaksin ada rapat untuk persiapan Idul Adha, dia pulang duluan karena kurang enak badan. Yah, dia harus pergi bekerja. Berapa hari kemudian, kondisi kesehatan almarhum memburuk dan dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Seraya. Masuk RS tanggal 22 Juli 23 Juli, tes VCR tanggal 24 dan dinyatakan COVID-19 dan tanggal 28 meninggal,'' kata Erry.

Erry mengatakan, setelah penyuntikan pertama, Harijito disuruh petugas atau relawan untuk duduk di kursi, sedangkan Harijito tidak tahu bahwa kursi itu adalah kursi antrean bagi orang yang belum disuntik.

"Dia (Harijito-Red) dipanggil dan diarahkan ke vaksinator lagi, dia tidak sadar mau disuntik lagi," kata Erry.

Setelah itu, lanjut Erry, Harijito berkonsultasi dengan dokter Calvin yang mengaku sebagai penanggung jawab vaksinator lantaran dijanjikan jika ada keluhan setelah vaksin Harijato segera menginformasikannya agar bisa dilakukan tindakan lebih lanjut, namun saat Harijito mengadukan kondisinya, Calvin tidak merespon.


"Tanggal 15 Juli, dia (harijito) wa (washap) yang bersangkutan lantaran khawatir asam lambungnya kambuh, demam disertai batuk dan keluhan lainnya, namun tidak ditanggapi. Seiring berjalannya waktu dan Harijito terus bekerja hingga akhirnya masuk ke rumah sakit dan meninggal dunia," kata Erry.

Erry mengaku, pihak keluarga harijito sangat mengharapkan jawaban pasti penyebab kematian meski hasil VCR sebelum meninggal dinyatakan positif Covid 19 karena Harijito jatuh sakit usai menjalani vaksin dan mendapat dosis berlebihan.

''Istri Harijito berharap ada kepastian tentang efek vaksin atau covid. Ini yang sebenarnya harus dijawab dengan jujur,'' ujarnya.

(Tim)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_