Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

DPRD menyebutkan, Jabar kehilangan 100 ribu petani produktif

29 Jul 2021, 22:13 WIB Last Updated 2021-08-22T15:15:57Z

 

Foto Peluncuran Program Petani Tanaman Hias Milenial  yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Humas DPRD Jabar)

Foto Peluncuran Program Petani Tanaman Hias Milenial  yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Humas DPRD Jabar)

DPRD Jabar menyebutkan, Jabar kehilangan 100 ribu petani produktif.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar Ahmad Hidayat mengungkapkan, saat ini Jabar kehilangan 100.000 petani produktif.
 
Hal ini disebabkan berkurangnya lahan akibat alih fungsi lahan maka petani memilih untuk beralih profesi. Sehingga menurut Ahmad, hadirnya program petani milenial dapat menjadi solusi bagi regenerasi petani di Jawa Barat.

“Kurang lebih 100.000 petani di Jabar ini hilang, ada yang meninggal, ada yang beralih fungsi lahan atau ada yang beralih profesi. Ke depan, jika tidak diantisipasi, Jabar akan kekurangan petani,” kata Ahmad, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, pihaknya juga menyoroti beberapa hal teknis yang perlu ditingkatkan sebagai upaya mewujudkan program petani milenial yang lebih baik ke depan.

“Kami komisi II bersama Pemprov perlu kerja ekstra, karena memang menciptakan petani untuk tinggal di desa rezeki kota bukanlah perkara mudah, ada kendala lahan dan sebagainya,” kata Ahmad.

Terkait peresmian program petani tanaman hias milenial yang baru diresmikan, Ahmad menilai program tersebut dilakukan untuk mengejar keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala.

“Sebidang tanah 2000 meter bisa menghasilkan pendapatan 4 juta sebulan bagi petani. Saya kira program ini cukup baik untuk awal. Ke depan kita perlu memperbaikinya bersama-sama,” katanya.

Lebih lanjut, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, regenerasi petani menjadi target utama untuk kembali meningkatkan ketahanan pangan di Jabar.

''Sekarang target kita regenerasi petani dulu, membentuk mental petani. Karena bicara bisnis di pertanian itu sulit, tidak mudah, mendapatkan uang itu sulit, banyak tantangannya, setelah itu kita akan mengejar target ketahanan pangannya. Jadi komoditas yang harus digalakkan bukan lagi tanaman hias tapi komoditas yang bisa dimakan,'' pungkasnya.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_