Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bankeu di BUMDes Al-Ihsan, Desa Putri Sembilan, Diduga Disalahgunakan

3 Jul 2021, 19:48 WIB Last Updated 2021-07-03T12:48:53Z

Bankeu di BUMDes Al-Ihsan, Desa Putri Sembilan, Diduga Disalahgunakan
HANBERANTAS, BENGKALIS - Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeu) merupakan program Pemerintah Daerah Provinsi Riau di seluruh kabupaten/kota untuk percepatan dan pemerataan pembangunan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Al-Ihsan milik Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau mendapatkan dana sebesar Rp.141.000.000 (Seratus empat puluh satu juta rupiah) untuk tahun anggaran 2019.

Diketahui, Bankeu ini disalurkan untuk membantu keuangan masyarakat melalui BUMDes Desa Al Ihsan milik Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada tahun 2019.

Ironisnya, bantuan penyertaan modal usaha yang dikelola BUMDes Al Ihsan Desa Putri Sembilan itu diduga kuat ditilap oknum pengurus.

Berdasarkan informasi dari hasil investigasi dan data yang diperoleh media HB, bahwa Bankeu yang diterima BUMDes Al Ihsan pada tahun 2019 adalah untuk pembangunan pangkalan gas LPG.

Kasus dugaan korupsi Bankeu sempat viral di beberapa media massa lokal maupun nasional. Dalam pemberitaan tersebut, Kepala BPD Desa Putri Sembilan berinisial S (Syairul, red) selaku direktur BUMDes Al Ihsan menyita perhatian publik.

Untuk mengetahui kepastian dugaan korupsi Bankeu tersebut, awak media Harian Berantas mencoba melakukan konfirmasi kepada mantan direktur BUMDes Al-Ihsan milik Desa Putri Sembilan, melalui ponselnya S mengaku, kejadian tersebut tengah ditangani pihak Inspektoran dan penyidik.

"Kasusnya sudah di tangan inspektorat dan penyidik ​​Tipikor Bengkalis sejak awal 2018 hingga 2019," katanya.

Sementara itu,  selain kasus Bankeu ternyata masih ada kasus lain yang merugikan keuangan negara. S mengaku Bankeu dari Pemprov Riau diperuntukan membeli satu unit mobil seharga Rp 15 juta. Padahal seperti diketahui, dana Bankeu diperuntukkan untuk membeli mobil.

Dalam wawancara tersebut, dengan lantang "S, mengaku bahwa kasus dugaan korupsi dana Bankeu  tersebut telah ditutup dengan uang tunai Rp 30 juta.

"Tim audit Inspektorat Polres Bengkalis dan Tipikor sudah datang untuk memeriksa dan saya sudah menutup Rp 30 juta." Sebutnya.

Saat ditanyai terkait  pernyataan yang dibuatnya, Ia mengaku bertanggungjawab atas keluar masuknya keuangan.

“Saya membuat pernyataan, yang berarti saya bertanggung jawab atas keluar masuknya keuangan”. Jawabannya.

Di tempat terpisah, Panut selaku PJ Kades Putri Sembilan membenarkan bahwa inseptor telah menindaklanjuti kasus dana Bankeu.

"Kasus Bankeu kemarin ditindaklanjuti oleh inspektorat dan Tipikor," kata Panut, Sabtu (3/7/2021).

Panut mengatakan, jika jumlah kerugian negara, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Namun, kata Panut, nama tersangka sudah ada, akan diketahui setelah hasil pemeriksaan nanti,” pungkasnya.

Di sisi lain, masyarakat Bengkalis berharap kasus-kasus yang merugikan keuangan negara dengan modus kesejahteraan masyarakat Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ini diusut tuntas sehingga berkekuatan hukum tetap. memaksa. Sebab, jika hal ini tidak dipertanggungjawabkan secara hukum, dikhawatirkan akan lahir koruptor di setiap pelosok .

Hingga berita ini diturunkan, Polres Bengkalis saat dikonfirmasi Sabtu (3/7/2021) siang, melalui pesan WhatsApp, Humas Polres Bengkalis belum berhasil memberikan keterangan. juga Inspektorat belum bisa diminta penjelasan.
(Al).

Iklan

iklan