Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Anggota DPRD Nias Utara Desak Pemerintah Daerah Tinjau HGU Perkebunan Toyolawa PT SAJ

26 Jul 2021, 16:19 WIB Last Updated 2021-08-03T11:41:16Z

Anggota DPRD Nias Utara Desak Pemerintah Daerah Tinjau HGU Perkebunan Toyolawa PT SAJ
Foto Dusman Zebua anggota DPRD Nias Utara

HARIAN BERANTAS, NIAS UTARA - Anggota DPRD Nias Utara Dusman Zebua dari Fraksi Partai Hanura mendesak pemerintah daerah mengkaji ulang HGU PT Sedar Abadi Jaya (SAJ) untuk perkebunan kelapa yang berlokasi di Toyolawa.

“Kami mendesak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meninjau kembali keberadaan perkebunan kelapa di Toyota,''Dusman Zebua pada Senin, (26 /07/21) di kantor DPRD Nias Utara

Dusam menilai akhir-akhir ini viral di beberapa media, termasuk isu pemecatan pegawai yang tidak sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

''Penerbitan MOU kepada investor sangat penting untuk dikaji bersama dengan izin operasionalnya," kata Dusman Zebua di kantornya.

Menurutnya, perkebunan kelapa Toyolawa ini berada di bawah naungan Kementerian Pertanian dan Perkebunan dan dipercayakan kepada investor PT. Sedar Abadi jaya, untuk mengelolanya sebagai Hak Guna Usaha, namun, lanjutnya, sangat disayangkan pajaknya tidak disetorkan ke Daerah melainkan ke pusat.

Hal senada juga disampaikan mantan anggota DPRD Nias Utara Asa'aro Lase. Dia berharap Pemkab Nias Utara perlu mengkaji ulang HGU tersebut. PT. SAJ selaku pengelola kebun kelapa Toyolawa. Hal itu katakannya melalui akun Facebook miliknya.

 Asa'aro Lase menyebut, saat Dirinya masih aktif sebagai anggota DPRD Nias Utara, pihaknya tidak memperpanjang lagi HGU PT. SAJ yang merupakan sebagai pemilik pertama. Alasannya karena taman terlantar, fasilitas umum terabaikan. Begitupun dengan status karyawan juga bukan pegawai tetap, karena tidak ada perjanjian kerja.

''Dan saat itu, kami telah menyurati pihak Manajemen untuk menyerahkan data dan nama karyawan untuk dicatat di Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) dan PT Sedar Abadi Jaya telah berjanji untuk mengikuti ketentuan perkebunan. Jika kejadian tersebut terulang kembali seperti pengelola pertama, izin HGU bisa dicabut. Kita lihat apakah eksekutif dan legislatif mampu mencabut izin PT. SAJ seperti yang dilakukan di zaman kita." tegasnya"

Menanggapi hal tersebut, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, S.Pd., menegaskan isu perkebunan kelapa akan diperjuangkan lagi, namun kita belum tahu hasilnya, kita tunggu saja. Pesan singkat melalui Whatsapp.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkebunan kelapa Toyolawa dikelola oleh PT. Sedar Abadi Jaya diketahui mancapai seluas 1600 Ha. 

(Fzal).

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_