Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Ancam Konsumen, PLN Rayon Utara Kota Bandung berpotensi melanggar UU Perlindungan Konsumen

23 Jul 2021, 13:34 WIB Last Updated 2021-08-03T12:21:22Z

Ancam Konsumen, PLN Rayon Utara Kota Bandung berpotensi melanggar UU Perlindungan Konsumen
Foto kantor PLN Rayon Utara Kota Bandung

HARIAN BERANTAS, KOTA BANDUNG - Warga RT 07, RW 03, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, DS (60) merasa terintimidasi atas ancaman yang disampaikan oleh pihak PLN melalui surat pemberitahuan pemutusan jaringan dengan alasan tagihan listrik bulanan dianggap tunggakan.

Hal ini dinilai dapat mengakibatkan sesuatu yang tidak pantas dan tidak profesional serta mencederai perasaan konsumen.

Menurut DS, PT PLN (Persero) berpotensi melanggar salah satu pasal Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini terkait dengan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan di daerah tersebut.

Kepada wartawan, DS membantah tudingan PLN bahwa pihaknya menunggak seperti yang dituduhkan PLN pada dirinya. Selain itu, DS juga menilai PLN tidak profesional sehingga bisa membuat panik konsumen.

Ancam Konsumen, PLN Rayon Utara Kota Bandung berpotensi melanggar UU Perlindungan Konsumen

‘’Ketidakprofesionalan PLN dalam bekerja membuat konsumen panik dan mengkhawatirkan pelanggan PLN, ujarnya melalui sambungan telepon,’’ Jumat (23/07/21) pagi.

Masih menurutnya, kejadian tak menyenangkan ini kerap terjadi pada konsumen di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung. Pasalnya, DS mengaku khawatir karena meteran milik PLN yang digunakan konsumen pada kaca pelindung meski keadaan terlihat buram atau nomor meteran tidak jelas, petugas tetap mengambil foto.

"Karena nomor meteran tidak menunjukkan nomor pemakaian sebenarnya, itulah yang sering digunakan PLN untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi dari yang sebenarnya," katanya.

Selain itu, kata DS, kejadian yang menimpanya pada Kamis 22 Juli 2021 sempat membuatnya panik. Pasalnya, menurut dia, ia selalu patuh membayar tagihan listrik sebelum jatuh tempo namun malah diancam akan diputus pelanggan.

Dia (DS) menduga kejadian ini akibat kinerja administrasi seksi pengolahan tagihan listrik yang tidak profesional, yang disetujui Manajer PLN Rayon Utara, Irwan Iryanto. Hal itu ditandai dengan pengiriman surat pemberitahuan bahwa salah satu pelanggan dianggap belum membayar tagihan listrik pada Juli 2021, sehingga PLN mengancam akan memutus sambungan listrik ke rumahnya.

''Pimpinan PLN harus bisa bekerja lebih cermat secara profesional agar tidak merepotkan konsumen yang sudah lama menjadi pelanggan,'' ujarnya.

(tim)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_