Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Akibat aksi koboi petugas Satpol PP Batam, Kerabat korban seruduk Pemkot dan DPRD

29 Jul 2021, 12:32 WIB Last Updated 2021-08-20T20:14:38Z



HARIAN BERANTAS, BATAM - Ratusan kerabat Fransiska Boru Ginting Rabu dini hari ini (28/7/2021) mendatangi Kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam untuk meminta pertanggungjawaban atas meninggalnya Fransiska saat proses pembongkaran Pasar Induk oleh petugas gabungan.

Kejadian bermula pada Senin (26/07/21) pukul 11.00 WIB saat petugas gabungan melakukan pembongkaran Pasar Induk Kota Batam. Diduga Fransiska meninggal karena gagal jantung saat mengetahui gedung yang ia tinggali setiap hari akan dirobohkan.

Massa yang datang ke kantor walikota dan DPRD berasal dari pedagang pasar induk dan keluarga Fransiska.

Hingga saat ini, jenazah Fransiska belum dikebumikan karena dibawa dengan mobil jenazah bersama  rombongan massa yang mengunjungi kantor Wali Kota Batam dan DPRD.

Massa meminta Wali Kota Batam beserta anggota DPRD Kota Batam untuk keluar menemui mereka.

''Kami memilih kalian saat itu,'' kata seorang warga, patung Nainggolan.

Diketahui, sebelum meninggal, kondisi Fransiska  sedang lemah dan pucat saat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa Fransiska tak tertolong.

Fransisca juga sempat didatangi petugas kesehatan dan hendak dibawa ke rumah sakit, namun lantaran sulitnya akses masuk karena banyaknya petugas dan warga dilapangan membuat kondisinya semakin parah. (MA).

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_