Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Video Viral Buku Ilmiah IPA, Seorang Pria Sebut Virus Corona Tidak Berbahaya

29 Jun 2021, 02:04 WIB Last Updated 2021-06-29T16:11:11Z

Video Viral Buku Ilmiah IPA, Seorang Pria Sebut Virus Corona Tidak Berbahaya
HARIAN BERANTAS - Dunia media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampilkan materi buku IPA yang menyebutkan virus corona tidak berbahaya. Dalam video tersebut terdengar suara laki-laki membaca isi buku teks IPA kelas 8 SMP semester 2.

Tidak ada informasi di mana video itu diambil. Namun, unggahan tersebut menarik perhatian netizen di dunia media sosial.

"Assalamualaikum, virus corona sudah lama ada. Coba lihat buku pelajaran anak-anak, siswa belajar buku IPA kelas 8 semester dua," kata pria dalam video itu.

Pria tersebut mengatakan, buku materi tentang virus corona terbit tahun 2017. Materi tersebut terdapat pada Bab tentang gangguan pada sistem pernapasan manusia.

"Ini influenza yang pertama, tonsilitis, penyebab ini sudah ditulis di sini, penyebab ini virus corona. Ini sudah ada sejak zaman dulu, anak-anak sudah tahu. Yang kedua faringitis, penyebabnya juga virus corona yang sudah lama ada sejak dulu tidak usah takut terlalu mencekam," tambah pria itu.

Dilansir dari Detik.com , Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Eko Pringgo Laksito membenarkan bahwa video tersebut merupakan buku ajar IPA kelas 8 semester 2.

"Ya memang ada materi itu di Buku Paket IPA kelas 8 semester 2. Soal pengetahuan virus sebagai penyebab penyakit, sudah lama dikenal di dunia ilmu pengetahuan, termasuk virus corona," kata Eko Senin (28/6).

Namun, kata dia, virus corona yang saat ini hampir menjangkiti seluruh dunia dan menjadi pandemi merupakan jenis atau varian baru.

“Sementara kondisi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sudah menjadi epidemi atau pandemi yang banyak menyerang korban, ditemukan varian baru dan menjadi perhatian dunia,” tegasnya.

Eko juga meminta masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan virus corona.

“Masyarakat harus tetap waspada dengan mematuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah, karena COVID-19 sudah menjadi wabah dan telah menyerang ribuan orang,” imbuhnya. (*)

Iklan

iklan