Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Telah Ditangkap Polres Kuansing, Pelaku Pembunuhan Terhadap Anak Dibawah Umur Layak Dihukum Berat

8 Jun 2021, 21:21 WIB Last Updated 2021-07-11T05:19:39Z



HARIANBERANTAS, KUANSING 
- Selasa (08/06/2021) siang, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kuantan Singingi-Riau, mengadakan press relles terkait pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan luka berat sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/96/V/2021/Riau/ SPKT/Res Kuansing tanggal 31 Mei 2021 lalu.

Pelaku berjumlah dua orang yakni laki-laki berisinial BNZ (27) dan perempuan DL (27). Kedua pelaku merupakan suami istri suku Nias, Sumatera Utara yang berdomisili di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing Provinsi Riau.


Sedangkan korban berjumlah 2 orang, masing-masing ML (13) perempuan (MD) dan AL (11) perempuan luka berat patah tulang hidung ujar Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK, MM didampingi Kasat Reskrim AKP Boy Marudut Tua SH dan Kasubbag Humas AKP Tapip Usman SH pada konferensi Pers dengan sejumlah awak media cetak maupun online, Selasa (8/6/2021) siang di Aula Mapolres Kuansing.


Dalam kesempatan itu, Kapolres Kuansing mengatakan berdasarkan keterangan dari pelaku DL tindak perbuatan kekerasan didasari oleh motif dendam terhadap perbuatan ayah korban yang pada awal tahun 2019 telah melakukan pembunuhan terhadap suami pelaku yang tinggal di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah  Kuansing, jelas Kapolres.


Selanjutnya kata Kapolres "penerapan Pasal kepada kedua pelaku adalah pasal 80 ayat (3) undang undang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan selama 15 tahun. Namun dikarenakan perbuatan kekerasan telah berlangsung lama yang mengakibatkan satu orang anak meninggal ML (13) dan satu orang anak mengalami luka berat AL (11) penyidik menambahkan (jo) pasal 64 perbuatan berulang pada KUHP" terang Kapolres.


Seperti diketahui, kasus yang sangat memprihatinkan ini, juga sempat atensi warga net di dunia maya. Bahkan salah satu tokoh warga Nias di Kota Pekanbaru yakni Bapak Fag Zega lewat postingan turut prihatin atas peristiwa kasus duka mendalam tersebut.

“Sangat prihatin dan turut berduka cita bagi seluruh korban peristiwa ini, kiranya kasih karunia Tuhan menghibur dan memberikan kekuatan kepada keluarga duka dalam menerima kenyataan kejadian yang sangat menyedihkan” ujar Fag Zega.

Dimana jelas dia (Fag Zega), seorang anak berumur 10 tahun bernama "MESTINA LAIA", terbunuh sadis. Informasi singkat ini katanya, Ayah korban bernama "BAZATULO LAIA" telah ditahan dalam sebuah kasus sejak tahun 2019. Kemudian, BAZATULO LAIA, menitipkan 2 (dua) orang anaknya bernama: Mestina Laia, Tgl lahir 17 Agustus 2009 dan yang bernama Gustina Laia, Tgl lahir 07 Agustus 2010 kepada adek kandungnya sendiri bernama: "DELIMA LAIA". Karena Ibu kandung kedua anak tersebut sudah lama tiada.


Pada bulan April 2021 jelas Zega, malangnya nasib Mestina Laia, dibunuh sadis hingga di kubur di tengah hutan di daerah Jaket Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Dan diduga pelaku pembunuhan, sepertinya ibarat pagar makan tanaman.


Selama peristiwa terjadi terang Fag Zega, sangat tertutup rapi dan sulit untuk terungkap. Maka orang tua korban mencoba menghubungi lewat hp seluler, hingga kita (Fag Zega-red) melakukan kordinasi kepada berbagai pihak, dan kini para pelaku pembunuhan berhasil ditangkap.


Dan Adek Korban bernama "GUSTINA LAIA", masih berada di rumah Ketua DPD-ONUR Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Untuk lebih jelas dapat menghubungi orang tua korban Bazatulo Laia, 081293993770, tulis Zega alias Ama Worato berharap.


Kemudian, Fag Zega (A Worato) mengatakan, kasus misterius dibuka dengan data, mengusik mereka yang berdosa, membuka jalan agar keadilan tak kandas, asalkan hukum tak dipangkas. Kita ikuti terus jejak kasus ini, harapnya.***(hms/red)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_