Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Survei Cyrus : Penilaian Publik Positif, Ini Yang Ada Di "Pikiran" Masyarakat Saat Mendengar Polisi

21 Jun 2021, 19:30 WIB Last Updated 2021-06-22T04:57:07Z
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Berdasarkan survei, opini publik terhadap Polri semakin positif. /Dok Humas Polda Jateng



HARIAN BERANTAS - Cyrus Network dalam laporan surveinya menyatakan bahwa opini publik terhadap institusi Polri cenderung positif. Direktur Riset Jaringan Cyrus Fadhli MR mengatakan hal pertama yang muncul di benak publik ketika mendengar kata polisi adalah "Menjaga Keamanan".

“Top of mind, sebanyak 22,9% responden menjawab Menjaga Keamanan” ketika ditanya, “Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar kata “Polisi”? kata Fadhli, Senin (21/6/ 2021).

Selain “Menjaga Keamanan”, tanggapan masyarakat atas lainnya ketika mendengar kata polisi adalah “Aparat Penegak Hukum” sebanyak 19,8% dan “Melindungi dan Mengayomi” masyarakat sebanyak 13%. Namun masih ada pendapat spontan, “Takut” sebanyak 9,9% dan “Razia/Tilang” sebanyak 5,6%.
Survei Cyrus : Penilaian Publik Positif, Ini Yang Ada Di "Pikiran" Masyarakat Saat Mendengar Polisi

“Opini masyarakat terhadap Polri relatif positif. Dapat dilihat bahwa tiga tanggapan teratas merupakan tanggapan positif yang menggambarkan fungsi dan tugas Polri,” ujarnya.

Citra positif Polri ini sejalan dengan penilaian masyarakat terhadap kepuasan pelayanan publik yang dilakukan Polri. Masyarakat mengaku puas dengan pelayanan Polri, seperti mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan melaporkan pengaduan masyarakat.

“Secara umum, opini masyarakat terhadap pelayanan Polri cukup baik, hal ini tercermin dari persepsi responden yang mengaku pernah mengurus SIM, mengurus SKCK, dan pengaduan penegakan hukum dalam empat bulan terakhir. Dari seluruh layanan POLRI yang kami uji, tercatat layanan pengurusan SIM memiliki tingkat kepuasan tertinggi yaitu 90,3%; diikuti oleh jasa pembuatan SKCK sebesar 82,8%; dan mengurus proses pengaduan masyarakat sebesar 79,4%,” kata Fadhli.

Survei Jaringan Cyrus ini dilakukan secara tatap muka pada 28 Mei-1 Juni 2021 dengan total 1230 responden yang tersebar secara proporsional di 123 desa/kelurahan terpilih di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan signifikan (significant level) survei ini adalah 95% dengan margin of error +/- 2,85%.

Iklan

iklan