Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Respon Cepat Keluhan Masyarakat, Komisi II DPRD Riau Undang RDP "PTPNV & BPN"

17 Jun 2021, 20:00 WIB Last Updated 2021-07-26T01:00:16Z


Ketua Komisi II Robin P Hutagalung

HARIANBERANTAS, PEKANBARU– Komisi II DPRD Provinsi Riau mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Masyarakat Hukum Adar Desa Pantai Raja, PT.Perkebunan Nusantara (PTPNV) di ruang Rapat Komisi II DPRD Riau, Kamis (17/06/2021).


RDP ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Robin P Hutagalung didampingi anggota Komisi II lainnya diantaranya Sugianto, Yanti Komala Sari dan Sewitri.


Dalam RDP tersebut dihadiri oleh Masyarakat Hukum Adar Desa Pantai Raja serta Direksi PT Perkebunan Nusantara V (PTPNV) dan Dinas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau.


Masyarakat hukum adat menjelaskan pokok permasalahan adalah pohon karet masyarakat yang tiba-tiba dipotong oleh PTPNV tanpa ganti rugi kepada masyarakat.


“Siang dilihat masih ada pokok karetnya. Tapi malamnya sudah rata dengan tanah".


Bahkan yang lebih sadisnya lagi kata dia, masyarakat dilaporkan atas tanahnya sendiri oleh PTPN V ke Polda Riau "


Selain itu, tambahnya, PTPN V juga menggugat perwakilan masyarakat dengan dalil melindungi aset negara. Apa kami ini bukan Warga Negara Indonesia (WNI) digugat sebesar Rp 15 miliar. Kami ini bukan mafia tanah dan tidak sejengkal tanahpun kami menginginkan hak negara. Kami hanya menuntut hak kami. Kami berharap dengan adanya duduk bersama ini bisa berbicara dari hati ke hati dan jangan tunjukkan arogansi. Karena kalau soal arogansi jelas masyarakat kalah,” Kata perwakilan Masyarakat Hukum Adar Desa Pantai Raja.

Anggota Komisi II DPRD Riau Manahara Napitupulu

Menurut perwakilan Masyarakat Hukum Adar Desa Pantai Raja bahwa mereka sudah menandatangani kesepakatan antara Direksi PTPN V untuk memberikan ganti rugi sebesar Rp.100 juta. Namun sampai saat ini belum terealisasi.


“Hingga saat ini belum mendapatkan yang menjadi hak kami. Malahan tiba-tiba saja ada panggilan dari penyidik Direskrimsus Polda Riau karena kami dituduh menduduki lahan tanpa izin. Permintaan kami sangat sederhana, kembalikan saja hak kami, titik,” tegasnya lagi.


Menanggapi hal tersebut, Robin P Hutagalung mengatakan bahwa tugas utama Komisi II hanyalah memfasilitasi agar ada titik terang atas persoalan tersebut. “Dengan harapan kiranya ada hal yang lebih baik lagi” Kata  Robin lagi

PTPN V Gugat Masyarakat

Menanggapi hal tersebut Direksi PTPN V mengatakan, jika pihak perusahaan yang dipimpinnya itu hanya sebatas menjaga aset negara. Terkait tuntutan masyarakat ada aturan hukum yang berlaku dalam melaksanakan hal tersebut.


“Kami harus berhati-hati. Kalau diminta bicara dari hati ke hati akan percuma. Sebab proses penyertaan masyarakat sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan”


Kemudian kata dia, bahwa pihak PTPN V telah beritikad baik yakni mengajukan gugatan ke Pengadilan negeri Bangkinang. Meskipun HGU sudah final, namun tetap memberikan keputusan yang terbaik untuk mengakhiri konflik tersebut. Apabila dalam amar putusan pengadilan bahwa HGU PTPN V cacat hukum, maka akan melaksanakan. Intinya kami tak bisa berbuat apapun di luar aturan hukum,” imbuhnya.


Sementara pihak BPN Provinsi Riau mengatakan, bahwa permasalahan antara masyarakat dengan PTPN V pernah dibahas sebelumnya, bahkan pengaduannya sudah sampai ke Kementerian. Namun sesuai dengan kewenangan, Dinas Perkebunan Riau sudah menyatakan bahwa izin telah dikeluarkan Gubernur Riau.


“Masyarakat dilaporkan PTPN V karena terhentinya aktivitas sehingga mengakibatkan kerugian finansial sehingga menghambat penyetoran pajak pada negara,” Terangnya.


Sedangkan anggota Komisi II Manahara Napitupulu menyampaikan, bahwa apabila diikutu pedoman pada berita acara yang ada, maka terdapat kesalahan dalam implementasi pada masa lampau. Dimana ketika mendapatkan izin lokasi dari pemerintah daerah pada saat itu, Si pemohon sendiri tanpa diikuti pejabat pemerintah.


“Makanya terjadi benturan di lapangan. Kami harapkan dikaji sesuai berita acaranya,” tutup Manahara. (***)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_