Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Gubri Minta Sekolah & Wisata Se-Riau Ditutup

HARIANBERANTAS
28 Jun 2021, 13:38 WIB Last Updated 2021-06-28T06:48:14Z


Gubri Syamsuar (Nett)

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Tingginya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Bumi Lancang Kuning membuat Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar putar kepala. Salah satu cara yang ditempuh  gubri yaitu mengeluarkan surat edaran (SE).


Gubri mengeluarkan SE nomor: 440/UM/1602 adalah satu-satunya cara untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Bumi Lancang Kuning. Isi SE tersebut diantaranya adalah Gubri meminta sekolah untuk tidak membuka sekolah dan mengadakan belajar secara tatap muka. Dengan tujuang agar anak sekolah tidah terpapar covid-19


"Saya sudah siapkan surat edaran kepada seluruh bupati dan walikota, agar ditiadakan pembelajaran tatap muka," kata Syamsuar


Ditegaskan Syamsuar, SE itu dikeluarkanya itu demi mencegah anak-anak terpapar Covid-19. Sebab saat ini secara nasional sudah 7 persen anak usia 6 hingga 18 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19, Jelas Syamsuar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/6/2021) 


Surat yang dikeluarkannya (Syamsuar,red) ditembuskan kepada Menko Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB di Jakarta dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.


Berikut ke-12 isi SE Gubri:


1. Bagi masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan dari Pulau Jawa atau luar daerah dan kembali ke wilayah Riau melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru wajib melakukan swab antigen atau PCR.


2. Rumah sakit diminta tidak mengurangi kapasitas jumlah tempat tidur, baik di ruang ICU maupun ruang isolasi untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.


3. Pengadaan obat-obatan, antigen cepat, alat pelindung diri (APD) dan lainnya masih dipersiapkan.


4. Dana untuk kesehatan khususnya penanganan Covid-19 di setiap Kabupaten atau Kota harus tetap tersedia.


5. Untuk sekolah, madrasah dan pondok pesantren dilakukan secara online. Pasalnya, masih banyak anak-anak di beberapa daerah yang positif Covid-19.


6. Untuk tempat wisata, penutupan dilakukan hingga waktu yang ditentukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.


7. Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tingkat RT atau RW dilakukan dengan baik oleh Lurah/Kepala Desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta peran Posko PPKM di setiap kelurahan dan desa harus dimaksimalkan.


8. Bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk meningkatkan pelaksanaan vaksinasi di setiap wilayah binaan Provinsi Riau sebesar 30.000 per hari. Oleh karena itu, segera laporkan kepada kami melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau jika persediaan vaksinasi sudah hampir habis


9. Penerapan 3T (Testing, Tracing, Treatment) tetap harus diperhatikan untuk mengendalikan peningkatan jumlah warga yang terjangkit, terkonfirmasi positif Covid-19.


10. Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke pulau Jawa, kecuali ada hal yang sangat penting.


11. Melaksanakan pengawasan rutin terhadap pelaksanaan protokol kesehatan PPKM untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.


12. Menjalin kerjasama yang baik dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta, dan semua pihak terkait lainnya dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 serta pelaksanaan vaksinasi.


Penulis : Ans


Sumber : Kompar.com


MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_