Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Pembunuhan Terhadap Seorang Jurnalis di Simalungun Tindakan Biadab

HARIANBERANTAS
19 Jun 2021, 20:21 WIB Last Updated 2021-09-22T14:48:43Z


HARIAN BERANTAS, SIMALUNGUN- Tindakan pembunuhan terhadap seorang Jurnalis/Wartawan di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, merupakan perilaku biadab yang harus diusut tuntas oleh semua pihak utamanya pihak berwajib.

Dimana seorang Wartawan yang merupakan pemilik media online LasserNewToday, Mara Salim Harahap alias Marsal (42) diketahui tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) didalam mobil saat korban hendak pulang kerumahnya. Jumat malam (18/06/2021).


Ironisnya, lokasi kejadian penembakan hanya berjarak sekitar 300 meter dari tempat tinggalnya di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara (Sumut).


Didalam tubuh korban terdapat luka tembak, yaitu di bagian paha sebelah kiri. Sampai saat ini belum diketahui motif dibalik kematian korban dan kasus pembunuhan secara sadis terhadap pekerja Pers ini masih dalam penyelidikan Polres Simalungun dan Polda Sumut.


Mendengar kabar Marsal Harahap tewas tertembak, sontak mengagetkan kerabat dan kalangan wartawan yang berada di kawasan Pematang Siantar–Simalungun dan juga Wartawan di tanah air. Dengan penuh keharuan dan kesedihan, para Wartawan yang bertugas didaerah setempat mendatangi RS Vita Insani Pematang Siantar dimana Marsal sempat dilarikan untuk memperoleh perawatan medis.


Humas RS Vita Insani Pematang Siantar, Sutrisno Dalimunthe yang dihubungi oleh tim awak media membenarkan peristiwa tewasnya Marsal Harahap karena mengalami luka tembak. Sesaat Marsal dibawa ke RS Vita Insani, Sabtu (19/06/2021) sekira pukul 01.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia.


 “Marsal dibawa ke RS Vita Insani dalam keadaan sudah meninggal dunia dan dibawa ke RS Vita Insani sekira pukul 01.00 WIB. Untuk kronologisnya kita belum bisa sampaikan,” ujar Sutrisno seraya meminta Wartawan untuk bersabar menanti informasi selanjutnya dari pihak berwajib.


Sementara itu, Hasanuddin Harahap abang kandung Marsal mengatakan kalau adiknya tersebut ditemukan pertama kali oleh warga sekitar tempat tinggalnya. Di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun Provinsi Sumut.


Kalau kata warga, adik kami ditemukan pertama kali di dalam mobil tak jauh dari rumahnya, ada luka tembak di bagian paha sebelah kiri. Kami minta polisi agar mengusut secara jelas penyebab adik kami ini meninggal dunia,” ujarnya sedih.


Dari amatan awak media, tampak di jenazah Marsal di ruangan UGD RS Vita Insani, ada luka tembak di bagian paha pada kaki sebelah kiri akibat luka tembak. Bahkan celana yang dipakainya pun basah oleh darah, diduga korban meninggal dunia akibat kehabisan darah.


Sementara itu pasca kejadian, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan, Kasubdit Jatanras Dirkrimum, AKBP Taryono Raharja didampingi Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo dan Kasat Reskrim, AKP Rachmat Aribowo serta Kapolsek Bangun, AKP LS Gultom mendatangi rumah korban, Sabtu (19/06/2021) sekira pukul 04.00 wib.


Di lokasi, aparat personel gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun dan Polsek Bangun inipun terlihat langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang tanda garis polisi (Police line). 


Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rachmat Aribowo SIK dihadapan para awak media di halaman rumah duka, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Sabtu (19/06/2021) sekira pukul 06.00 Wib.


“Kehadiran saya disini terkait temuan mayat yang berada di dalam mobil. Untuk memastikan anggota saya, penyelidik ataupun penyidik Satreskrim Polres Simalungun melaksanakan TPTKP dan olah TKP didalam kejadian tersebut sesuai dengan SOP Penyelidikan Polri”, kata Agus Waluyo yang dihadiri Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan.


“Dan untuk sebab meninggalnya korban, anggota kami masih melakukan pendalaman penyelidikan. Saya minta kepada rekan-rekan media mohon waktunya semoga perkara ini segera terungkap. Untuk awal kami sudah melakukan TPTKP dan olah TKP pada kesempatan ini kami juga di beck-up dari Polda Sumatera Utara”, ujar Kapolres.


Saat ini jenazah korban Mara Salim Harahap dibawa dari RS Vita Insani menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna untuk dilakukan otopsi.***(tm/hb)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_